skip to Main Content

Penulis : Anggy Sherwinda

image

“Nothing ever becomes real, till it is experienced.”

-John Keats-

Bagi mahasiswa tingkat akhir, pasti sudah sangat akrab dengan Kerja praktek atau biasa disebut Magang. Di kampus saya, magang merupakan mata kuliah wajib dipenuhi untuk syarat lulus kuliah. Kuliah 6 semester, belajar mengenai teori tidak ada gunanya apabila tidak di praktekan, itulah mengapa magang itu wajib hukumnya. Dan melihat tuntutan dunia kerja yang semakin tinggi mengakibatkan proses magang menjadi semakin penting untuk ke depannya. Dan untuk pertama kalinya divisi Desain Interior kedatangan anak magang, beruntunglah saya diterima magang disini.

Hi Boss !

Canggung, takut, dan jaim itulah saya ketika berada di Parametr Architecture pada tanggal 23 September 2013, 3 bulan lalu. Masih segar diingatan saya disambut baik dengan keluarga Parametr Architecture dengan senyum. Ternyata senyuman itu bukan basa-basi dan senyuman itu menular. Selama 3 bulan saya disini saya tidak bisa berhenti tersenyum.

Ketakutan terbesar saya menjadi anak magang adalah bagaimana caranya saya membantu perusahaan ini dengan minimnya skill yang saya miliki? Pesimis adalah kata yang tepat untuk mewakilkan perasaan saya pada awal bekerja di Parametr Architecture. Takut menjadi parasit dan menjadi beban merupakan hal yang paling saya hindari.

Yes Boss !

Tugas pertama, tugas kedua, hingga yang paling akhir saya bisa saya laksanakan dan bahkan bisa tuntas, dengan menjadi yes-man, tanpa takut tidak mampu mengerjakan, yang penting “yes boss” . Ajaib memang, karena disini saya tidak hanya dituntut untuk melaksanakan pekerjaan tetapi juga diajarkan bagaimana caranya dengan begitu saya tidak takut untuk berkata YA. Semua saya bisa lalui dengan adanya :

1. Pemimpin yang baik

“A leader is one who knows the way, goes the way, and shows the way.”

-John C. Maxwell-

2. Antusias terhadap hal baru

“I have no special talent. I am only passionately curious.”

-Albert Einstein-

3. Kerjasama yang baik

“Alone we can do so little, together we can do so much”

-Helen Keller-

Sayembara

sayembara

Berbeda dengan kantor-kantor kebanyakan, Parametr Architecture aktif dalam mengikuti sayembara – sayembara dan tidak ragu mencemplungkan anak magang untuk masuk tim dalam mengikuti sayembara. Saya berkesempatan berpartisipasi mengikuti Sayembara Lemhanas dan Sayembara Sekolah Jakarta. Tanggung jawab besar bukan berarti tidak berlaku pada anak magang, anak magang punya peran dalam setiap pekerjaan. Dan masuk dalam tim sayembara membuat saya merasa senang, dihargai dan dibutuhkan.

Parametalk

parametalk

Parametr Architecture memiliki program Research and Development salah satunya adalah Parametalk. Parametalk merupakan acara sharing informasi dan diskusi mengenai topik-topik yang berkaitan dengan Arsitektur. Wawasan saya yang minim menjadi bertambah setelah mengikuti 2 kali Acara ini diselenggarakan. Dalam kegiatan ini saya belajar dalam persiapan melaksanakan dan menjalankan sebuah acara yang baik dengan bonus wawasan tambahan yang diberikan dari para pembicara di acara Parametalk.

plakat

Selain itu saya dan Yuanda mendapat kepercayaan dalam pembuatan plakat parametalk. Plakat ini ditujukan kepada pembicara-pembicara Parametalk yang sudah mengisi acara.

Parametrip

parametrip

Beruntung berada di Parametr pada periode ini, karena ikut merasakan kegiatan Parametrip yang diadakan oleh Parametr Architecture pada tanggal 13 dan 14 Desember 2013 yang lalu. Parametrip kali ini merupakan kegiatan yang dimaksudkan untuk mempererat hubungan dalam membangun tim yang baik dalam bekerja. Acara ini sangat seru dan memberikan banyak pembelajaran bagi saya pribadi. Hampir seluruh kegiatan diisi dengan permainan. Bermain disini, merupakan sebuah perumpamaan dalam kita bekerja dalam dunia nyata. Hal yang bisa didapatkan adalah leadership, teamwork, empati, inisiatif, dan fokus.

Bye Boss !

3 bulan sudah berlalu, tanggal 23 Desember 2013 menjadi alarm bagi saya untuk menyudahi kegiatan magang ini. Berat hati untuk meninggalkan kantor yang sudah mendidik saya secara kilat namun berbakat.

Terimakasih terlalu banyak kepada, Mas Ario Danar, Mas Harun Wisaksono, Mas Joffi, yang sudah menjadi pemimpin yang baik dalam mengarahkan setiap tugas –tugas yang diberikan. Kepada Mas Bamby Subiakto, Mba Sari, Mbak Yesi, Mbak Dini, Mba Siki, Kak Anita, dan Mas Tommy, yang mengajarkan bagaimana cara menghadapi stress ketika bekerja, yaitu dengan tertawa. Kepada Mas Supar, Mas Santos, Mas Andri, Mas Ali, Mas Pandu, Mas Ryan Kecil, Mas Ryan Besar, Pak Joko, dan Yuanda, yang mengajarkan bagaimana Stay cool pada masa-masa genting menuju deadline. Kepada Mba Suci, Mba Fitri, dan Mba Lenggo yang mengajarkan saya selalu tersenyum. Dan tidak lupa kepada Mas Robi dan Pak Syahril yang selalu membantu dalam memaksimalkan kinerja Parametr Architeture.

“Thank God I found the GOOD in GOODBYE”

-Beyoncé Knowles-

Back To Top