skip to Main Content

oleh : zulfikri

januari -april 2014

???????????????????????????????

Terimakasih saya haturkan kepada para principle Mas Ario, Mas Harun, dan Mas Joffi yang telah memberikan kesempatan untuk mengeruk banyak ilmu di sini. Tak lupa saya haturkan terimakasih sebanyak-banyak saya haturkan kepada seluruh anggota Parametr Mbak Sari, Mas Bamby, Mas Robbi, Mbak Yesi, Mbak Dini, Mbak Anita, Mbak Suci, Mbak Siki, Mas Pandu, Mas Supar Joe, Mas Santo, Mas Andri, Mas Ali, Mas Ibnu, Mas Tomy, Mas Ryan, Mas Syahril dan Tongseng Haji Mamat.

kenapa saya magang? kenapa tidak langsung skripsi dan secepatnya mendapat gelar sarjana? cepet lulus cepet kerja?

(?)

mungkin berawal dari pelbagai pertanyaan yang selalu melintas dalam pikiran, apakah dengan kemampuan sekarang, saya benar-benar bisa menjadi arsitek? apakah yang saya dapatkan selama tujuh semester perkuliahan itu benar-benar cukup sebagai bekal untuk menggeluti bidang ini? dan apakah minat dan semangat saya itu emang “bener” di arsitektur? berangkat dari pertanyaan itu saya memutuskan untuk magang kerja sebelum cabut dari kampus. sejujurnya langkah magang sebelum lulus itu termasuk jarang ada peminatnya di kampus saya, apalagi magang di daerah ibu kota yang iklim kerjanya sangat berbeda dengan di Malang. Bisa dihitung dengan jari dari jumlah kelulusan tiap angkatan, ada berapa mahasiswa yang menempuh magang kerja sebelum lulus kuliah.

salute

rasa salut, respek, dan terimakasih saya tujukan kepada direksi parametr, karena cv dan portofolio yang saya kirim benar-benar cepat ditanggapi dan ditindak lanjuti . saya masih ingat waktu itu habis maghrib saya ngirimnya dan tengah malam langsung dibalas, kilat bangetkan? emang bener kalo ada kemauan pasti ada jalan, tentunya kemauan yang dibarengi sama usaha (ngumpulin portofolio dengan ikut sayambara, meski jarang dapet nomer, hehe)

selama

seperti yang digambarkan dalam blog oleh para pendahulu yang pernah magang di parametr, rasa canggung mungkin lebih cenderung malu dan bingung juga saya rasakan ketika tiba di kantor. yang saya pikirkan apakah saya akan benar-benar berkontribusi dan ikut terlibat dalam pekerjaan kantor. dan ternyata selama lebih dari tiga bulan ini saya melakukan lebih dari apa yang saya bayangkan sebelumnya.bertahap dari menghitung area kalkulasi, rendering plan, 3d modeling, touchup, lalu mulai ikut dilibatkan dalam proyek skala kecil seperti rumah, bertemu klien, mengunjungi proyek, ikut meeting bersama project architect dan principle hingga menyusun proposal dengan skala proyek yang lebih besar.

1012588_860109444017307_8702479017525688212_n

biasanya asistensi dengan dosen (seminggu sekali), sekarang dengan project architect langsung (tiap hari)

saya mengibaratkan magang di parametr seperti melakukan “lompatan”. dari rutinitas perkuliahan di kampus, lalu dihadapkan dengan babak baru. jika dulu tiap hari ketemu dosen sekarang ketemu project architect, kalau dulu asistensi dengan dosen minimal seminggu sekali, sekarang berdiskusi dengan project architect tiap hari, ini adalah pengalaman berharga yang tidak mungkin saya dapatkan secara langsung kalau kita saya mencoba hal tersebut (magang)

saya

senior saya di Brawijaya yang sekarang sukses dan membuka biro di kemang, jakarta, (tanpa sebut nama, hehe) pernah bilang kalau jangan terlalu serius kuliah, haha. saya nangkepnya sih yang dimaksud mungkin menambah banyak pengalaman dan mencari hal-hal baru sebelum kita benar-benar lulus dan terjun ke dunia kerja. tapi itu menurut pendapat saya saja lho, jangan diperdebatkan hoho

 “orang bilang ada kekuatan-kekuatan dahsyat yang tak terduga yang bisa timbul pada samudra, pada gunung berapi dan pada pribadi yang tahu benar akan tujuan hidupnya”

pramoedya ananta toer

yang bisa saya sedikit bagikan, adalah dengan melakukan magang, sedikit demi sedikit saya menemukan kesenangan dalam berarsitektur, menyadari bahwa kemauan dan semangat menjadi modal dasar dalam menggeluti bidang ini. dari sini saya mulai membiasakan membaca dan menyantap bebas pustaka yang disediakan di kantor. terkadang kalau weekend saya pinjam beberapa buku untuk dibawa ke kost. hitung-hitung menghemat pengeluaran juga kan (kalau kagak kemana-mana), maklum anak kost hehe..menurut saya pustaka disini lebih update, lebih asyik dan bebas diakses kapan saja dibandingkan perpustakaan yang ada di kampus. lebih tepatnya tak sekadar menjadi pajangan di etalase namun benar-benar digunakan referensi dan literatur dalam berproses hehe, #kritik..semoga hal ini menjadi kebiasaan yang selalu saya bawa sampai tua nanti

di parametr

5

oh iya parametr memiliki divisi research and development, mengingatkan AMO yang menjadi counterpart dari OMA, meski dalam hal yang lebih kecil namun kegiatan yang diwadahinya sangat bagus. bener-bener bikin kegiatan dalam kantor jadi hidup, semua orang bisa mengeluarkan ide dan pendapatnya. salah satunya yang diwadahi adalah parametalk, yaitu kegiatan mengundang narasumber dari berbagai bidang yang berhubungan dengan proses kreatif untuk berbagi dan diskusi interaktif.  semoga divisi ini terus berkembang dan memberikan sumbangsih berupa pengembangan ide dan gagasan pada proyek-proyek parametr kedepannya hehe

virus magang

10010181_860063250688593_8862474745489397537_o

menurut saya magang bukan sekadar proses coba-coba atau gambling. magang kerja itu seperti belajar dan diberi ilmu langsung dari pakarnya, mungkin lebih tepatnya digerojok ilmu melalui pekerjaan yang diberikan, jadi jangan pernah berpikir kalau kita akan sedikit bekerja pada proses ini. semoga dengan membaca tulisan ini dapat menjadi pelecut bagi teman-teman untuk tidak ragu dalam memilih magang sebelum benar-benar lulus dan mendapatkan gelar Sarjana kelak..

pamit

tanggal 25 april menjadi penanda bahwa itu hari terakhir magang di parametr. semoga yang saya dapatkan selama magang ini menjadi bekal dalam kegiatan kuliah dan berarsitektur, ya yang paling dekat dalam menghadapi skripsi ini, hehe

DSC09839

ini lebih dari sekadar kantor, ini adalah keluarga.

semoga bisa bertemu di lain kesempatan, terimakasih

Back To Top