skip to Main Content
WhatsApp Image 2018-12-09 at 06.42.46

Sebelumnya saya mengucapkan terimakasih kepada kedua orang tua dan kakak saya yang selalu berjuang men­support saya selama magang 6 bulan di Studio SA_e, Terima kasih juga saya ucapkan kepada senior saya yang telah mengarahkan saya ke  SA_e dan Ucapan terima kasih banyak kepada Studio SA_e dan jajarannya yang mau menerima dan membimbing saya selama magang 6 bulan ini.

 

Halooo readers dimana pun Anda berada dan sedang membaca blog ini perkenalkan nama saya Darwin Setiawan Husin dari Universitas Sriwijaya, Palembang. Pada tulisan ini saya mau bercerita mengenai berbagai macam hikmah yang saya dapatkan selama 6 bulan magang di Studio SA_e, yang awalnya sama sekali tidak ada rencana untuk magang di SA_e, apa lagi selama 6 bulan hahahaha. Namun karena satu dua hal dan memang alur ceritanya magang di Studio SA_e akhirnya saya ikhlaskan 1 semester perkuliahan saya untuk cuti dan magang selama 6 bulan.

Suatu keputusan yang beresiko, ditengah kebijakan 5 tahun maksimal kelulusan S1. Dimana semua teman-teman kelas saya sudah menyelesaikan laporan program magang yang waktu magangnya separuh/ sepertiga dari waktu magang saya di SA_e. Dan beberapa orang menganjurkan saya untuk magang di konsultan saat setelah lulus kuliah aja, karena ada lowongan magang di bagian pengawasan lapangan di Palembang saat itu. Sebelumnya saya juga punya target untuk lulus dalam waktu kurang dari 4 tahun. Tapi karena sudah bertekad untuk menekuni dunia praktisi seusai lulus nanti… Yeah At Least, sebelum menyandang gelar S.T saya ingin mencicipi kehidupan dan rasanya bekerja di studio atau melihat kehidupan designer dan mengalaminya secara langsung. Mungkin sebagian ada yang berpikir kenapa tidak cari yang periode 3 bulan aja kalo gitu, well, saya akan coba ceritakan pada blog ini. Banyak gejolak dalam diri yang terjadi untuk memberanikan diri magang selama 6 bulan.

***

“Ada sebuah paradoks waktu dalam 6 bulan magang, mungkin untuk waktu perkuliahan 6 bulan itu akan terasa lama, namun waktu 6 bulan untuk mempelajari skill, ilmu, dan pengalaman berarsitektur di dunia profesional, itu adalah waktu yang singkat…”

– Ario Danar Andito, Principal of SA_e

Paradoks, sederhananya adalah pernyataan yang seolah-olah bertentangan (berlawanan) dengan pendapat umum, tetapi kenyataannya mengandung kebenaran. Iyaps memang benar waktu 6 bulan ini merupakan paradoks dan sebenarnya chaotic bagi timeline saya karena tidak direncanakan sama sekali. Paradoksnya memang betul mayoritas teman-teman dan saudara yang mengetahui periode 6 bulan magang beropini ini terlalu lama, dan mereka selalu mempertanyakan untuk apa? Beberapa ada yang menyayangkan hal ini, merupakan akibat dari perilaku saya yang selalu ingin berbeda dari mayoritas. Begitula pendapat umum mengenai periode magang yang saya jalani selama 6 bulan, padahal saya mengalami, merasakan yang dikatakan Mas Ario mengenai paradoks magang selama 6 bulan itu benar adanya. Tanpa maksud untuk menghiperbolakan tapi magang  selama 6 bulan itu memang sebentar (Yahh mirip seperti kuliah, Cuma dapat kulitnya aja, yang cukup detail ilmunya mungkin hanya pada 1 atau 2 aspek). Jika tidak dimanfaatkan dengan baik mungkin akan menimbulkan penyesalan besar karena sudah mengorbankan waktu kuliah. Dan saya tidak menginginkan rasa yang demikian.

Oleh sebab itu selama 6 bulan magang saya ingin menyelesaikan setiap pekerjaan yang diberikan secepat mungkin dan tepat dengan kemampuan yaaaa semampunya deh hahahaha. Walau pada periode awal sempat stress karena loadnya lumayan ketat dan selalu diomelin, diremehkan, dan ditambah sedikit hinaan mungkin hehehehe (walau mungkin wong SA_e tidak bermaksud demikian yaaa readers, mungkin diri saya yang merasa demikian saja). Tapi itu dorongan diri, yang selalu membuat saya ingin menunjukkan bahwa saya sebenarnya bisa melakukan pekerjaan-pekerjaan itu, selama magang di SA_e ehehehehe. Dan hikmahnya selama di SA_e, saya melakukan berbagai macam jenis pekerjaan mulai dari yang paling ringan seperti hanya mengisi atribut sketchup, colouring, render, hingga pekerjaan seperti mengerjakan gambar bestek dan desain yang sangat menguras otak dan waktu.

Banyak proyek yang dikerjakan juga bersama arsitek-arsitek SA_e maupun teman sejawat magang (yang mereka akan saya beri kredit di akhir tulisan ini hehehe, keep reading!) mulai dari pekerjaan non-project seperti taman RT 07 (sempat ngecewain klien pada proyek ini), proyek seperti sayembara seperti JAT, hingga akhir periode magang at last! ngerjain kerjaan desain, yaitu taman Canadyanti dan Kos di Semarang. Setiap proyek mempunyai cerita unik sebenarnya, tapi proyek yang paling memberikan pelajaran hidup adalah taman RT 07.

Proyek Taman RT 07

(Taman RT 07 tanggal 30 November 2018, est. Agustus 2018)

Briefnya proyek ini merupakan kompetisi penataan taman setingkat lurah pada tanah kosong dekat dengan kantor dengan melibatkan semua elemen warga. Jadi waktu itu SA_e direquest oleh warga-warga RT untuk mengerjakan desain tamannya. Karena termasuk kategori proyek non-profit, jadi saya dan teman-teman magang yang banyak mengerjakan proyek ini. Semuanya dikerjakan mulai dari meeting awal dengan warga (klien), mentransformasikan ide konsep awal Mas Ario hingga pengawasan pembangunan tamannya (proyeknya terbangun loh hehe). Namun mungkin karena sikap saya yang selalu ingin membuat semua orang senang, akhirnya saya mengecewakan beberapa warga RT 07 saat konstruksi. Rasanya ngga enak banget waktu itu (mau curhat sama temen magang Nabila, sedang sakit, mau curhat nelpon sama keluarga juga belum tentu ngerti) dan akhirnya saya memberanikan curhat sama arsitek-arsitek SA_e. Saya pikir mereka akan memberikan respon negative, tapi wong SA_e dan Mas Ario malah merangkul dan memberikan dukungan moral waktu itu. Yeah, pelajarannya berusaha membuat semua orang senang itu berbahaya pokoknya hehehe. Tapi akhirnya proyek taman yang saya garap bersama teman-teman magang dan wong SA_e ini mendapat juara ke 2 waktu itu, dan rasa kecewa warga saat itu seketika terobati hehehe. Dan hingga saat ini tamannya masih terawat dengan baik indah, bersih, tanamannya subur dan bunga-bunga bermekaran hahaha. Happy Ending~

***Hal tak ternilai yang tidak akan didapatkan kalau magannya ngga 6 bulan***

Bintaro Design District

(Bintaro Design District di Rumah Gerbong)

Magang 6 bulan awalnya berat dan bikin stress, tapi ketika dijalankan dan melihat berbagai peristiwa yang terjadi selama 6 bulan di SA_e saya malah merasa sangat bersyukur dan senang banget. Bagaimana tidak, saya berkesempatan untuk mengikuti event yang luar biasa hypenya dan pertama kali diadakan yaitu BDD (Bintaro Design District). Sederhanya BDD merupakan event dimana seluruh Designer baik itu arsitek, produk, interior, grafis, dan agen kreatif lainnya melakukan OPEN HOUSE dan OFFICE & memamerkan instalasi mereka selama kurang lebih 10 hari. Event ini digagas dan dikuratori oleh para arsitek dan designer ternama Indonesia mereka adalah Budi Pradono (sebagai ketua pelaksana), Andra Matin, Danny Wicaksono, dan Hermawan Tanzil. Singkat cerita event ini sudah mewujudkan salah satu impian saya sebagai mahasiswa arsitektur yaitu jalan-jalan ke berbagai kantor dan karya starchitect Indonesia. Dan saat itu Rumah Gerbong  SA_e juga termasuk ke dalam list OPEN HOUSE dan banyaaak sekali pengunjung yang datang hehehe. Senang sekaliii pokoknya selama BDD. Oh iya punya kesempatan bertemu langsung juga dengan starchitect seperti Yori Antar & Andra Matin yang kedatangannya di Rumah Gerbong SA_e sesuatu banget hehehe. Dan saya belajar observasi selama BDD dan mendokumentasikan banyak desain-desain arsitek di sini sebagai kebutuhan referral di masa akan datang. Luar Biasa pokoknya.

World Architecture Festival (WAF)

 

(Rumah Gerbong di WAF)

Selanjutnya hal tak ternilai yang saya alami adalah WAF, yang membuat saya bangga dan bersyukur bisa magang di SA_e. WAF merupakan ajang festival arsitektur dunia yang diadakan setiap tahun, ada seminar dari World Reknown architect di sini dan berbagai macam penghargaan dari berbagai kategori. Iya seperti yang readers tahu Rumah Gerbong karya SA_e menjadi semakin viral karena mendapat Title Highly Commended (Dengan Pujian) di ajang WAF kategori House-completed project. Walau pemenang award utamanya adalah WOHA Singapore, tapi wong SA_e dan arsitek-arsitek nasional ramai-ramai memberikan ucapan selamat atas title Highly Commended Rumah Gerbong. Saya yang ikut dalam tim penyusun presentasi WAF Mas Ario bersama mas Kano dan teman-teman magang, iyaa merasa bangga sekali. Walau yang pergi ke Belanda untuk WAF saat itu hanya Mas Ario bersama istri, Mas Ario selalu sharing dengan wong SA_e  melalui video call di kantor mengenai WAF dan ekskursi arsitekturnya ke berbagai negara di Eropa saat itu. Sekali lagi Luar biasaa pokoknyaa…, berharap suatu saat nanti saya memilii kesempatan demikian bersama orang tua dan keluarga juga hehehehe…

Buku Titik Awal

Nah yang satu ini juga tidak akan saya dapatkan jika tidak 6 bulan magangnya sekaligus menjadi sinyal saya untuk segera kembali ke kampus menyelesaikan studi hehehe. Pada 8 Desemeber 2018 saya mengikuti diskusi bedah buku Titik Awal dari OMAH Library. Saat itu kebetulan Mas Ario memberikan sharing pengalaman Bitter Sweet juga di OMAH, yah kembali disini belajar banyak juga dari Mas Ario tapi di luar kantor SA_e, karena di sini beliau sharing banyak soal kariernya. Acara diskusi bedah bukunya sendiri di OMAH juga menarik karena merupakan buku yang berhasil mengumpulkan tugas-tugas akhir dan skripsi dari arsitek-arsitek ternama nasional. Singkat cerita saya memanfaatkan diskusi ini untuk mencari ide-ide segar dan membeli bukunya sebagai salah satu pegangan saya yang akan segera menghadapi proposal dan tugas akhir seusai magang 6 bulan di SA_e ini. Wish me luck readers!

Demikian cerita hikmah yang mau saya sharing kepada kalian readers pada tulisan blog magang SA_e ini. Bila mau diibaratkan paradoks magang 6 bulan, waktunya memang kerasa singkat, sesingkat anda ketika membaca tulisan ini, tapi sesungguhnya saya yang nulisnya butuh waktu lama hehehehe.

***

(Foto bersama Wong SA_e & Magangers

Oh iya bagi readers yang mau magang di SA_e, pesan saya manfaatkanla semaksimal mungkin 6 bulang magang di SA_e, karena kantor ini berisi banyak orang-orang hebat mereka adalah:

Mas Ario

Sudah pasti karena Mas Ario adalah arsitek yang sudah matang dan punya banyak pengalaman dalam berbagai skala proyek. Mas Ario juga sering menceritakan pelajaran-pelajaran hidup kepada anak-anak magang, dan salah satu orang yang paling sabar dalam mengajar yang pernah saya temui. Walau seorang praktisi sejati Mas Ario memiliki jiwa seorang guru, dosen, sensei, atau mentor yang baik banget dan suka berbagi.

Mas Bamby

Merupakan orang pertama yang saya temui di hari pertama saya magang di studio SA_e. Salah satu yang paling senior juga di kantor dan menurut saya merupakan praktisi arsitektur sejati. Dan merupakan arsitek SA_e yang sangat peka terhadap aspek-aspek teknis dalam mendesain. Pokoknya seluruh standar desain dalam buku Data Arsitek itu sudah di luar kepalanya Mas Bamby. Luar biasa pokoknyaaa, harus banyak belajar dari Mas Bamby soal standar awal desain karena itu yang paling penting sebelum arsitek memulai garapan estetikanya.

Mba Sari

Admin Studio SA_e yang sigap dan satu-satunya orang di SA_e yang nyambung saya ajak bicara soal kota Palembang hehehehe. Dan juga paling degdegan kalo ngangkat telponnya Mba Sari hehehehe… Sering kasih nasihat juga ke saya dan anak-anak magang terutama soal attitude. Iya hal ini soalnya sangat fundamental dan penting dalam kehidupan berkarir.

Mas Robby

Merupakan asisten studio SA_e yang juga sigap bekerja dan bisa melakukan segala hal, mulai dari memasak (mienya mas Robby yang enak bangeet), menjahit, bersih-bersih, reparasi dan benerin barang, dan juga bisa sketchup yang saya dengar walau belum pernah liihat. Salut deh buat mas Robby yang serba bisa dan bisa bikin kita repot kalau mas Robby ngga masuk ke kantor hehehe.

Mas Tomy

Teman satu meja pertama saya di studio SA_e hehehe. Awalnya Mas Tomy tampak misterius di mata saya, karena pagi-pagi sudah ada di kantor, pulangnya cepet, tapi kerjaannya bisa selesai semua. Saya ingat pesan Mas Tomy kepada saya pada hari-hari awal saya magang “kamu jangan takut nanya yaa, walau keliatannya sibuk tanya aja ngga apa-apa kok” demikian pesan yang mas Tomy sampaikan kepada saya yang sangat-sangat newbie di SA_e waktu itu ehehehe. Saya juga pernah dimentori desain sama Mas Tomy waktu ngerjain proyek JAT, dan saat itu Mas Tomy mengajarkan bagaimana cara kerja yang efektif dan Simultan dan memancing pola pikir yang out of the box untuk memunculkan ide-ide kreatif dan spontan dalam desain.

Mas Supar

Senior SA_e yang memegang dua peran yaitu desain sekaligus membangunnya, karena disisi lain mas Supar adalah seorang kontraktor. Di mata saya Mas Supar orangnya fun, sabar, dan tenang. Juga suka memberi nasihat-nasihat kehidupan di kantor hehehe…, Kalau mau nanya soal keterbangunan desain sama Mas Supar ajaa, sangat passionate soal membangun.

Mas Kano

Saya melihat mas Kano sudah sebagai sosok seorang kakak bagi saya yang mengayomi adik-adiknya hahaha. Karena Mas Kano merupakan koordinator magang yang memperkenalkan dan pertama menyambut saya di SA_e. Pada akhir periode magang saya juga dimentori desain sama mas Kano untuk salah satu proyek taman, dan kembali saya diajarkan cara kerja yang efektif dan Mas Kano selalu membuat orang yang berada dalam supervisornya merasa tenang, karena tenang adalah kunci terselesainya pekerjaan hehehe. Saya juga banyak belajar soal riset dan berkonsep desain sama mas Kano.

Mas Pandu

Sosok ini juga sudah seperti kakak bagi saya ketimbang senior dan teman lembur saya hehehe. Mas Pandu sering dijuluki arsitek yang merangkap IT, soalnya jago banget soal digital arsitektur dan punya hobi sama hal-hal terkait computer dan perangkat lunaknya. Saya juga sering ngerjain proyek yang di supervise sama Mas Pandu, jadi banyak belajar soal desain bagaimana melatih taste dan mencari preseden. Dan Mas Pandu bersama Mas Ario berperan dalam meningkatkan taste dan level visualisasi arsitektur saya. It’s all thanks to them!

Mas Rian

Salah seorang senior arsitek SA_e yang memiliki background yang unik karena memiliki background drafter bertahun-tahun yang lalu kuliah menjadi arsitek. Satu bulan magang saya, saya habiskan untuk belajar soal gambar detail dan autocad bersama Mas Rian. Orang yang penuh perhitungan dan memiliki daya tahan yang lama dalam keruwetan gambar-gambar Design Development. Salut pokoknya, perlu belajar banyak soal aspek teknis dan detail bangunan juga sama mas Riandy, sekaligus autocad.

Mas Alvin

Ex-magangers yang sudah menjadi junior arsitek di SA_e. Mas Alvin orangnya fun dan selalu buat saya tersenyum dan tertawa karena suka bercanda orangnya walau kadang ngawur hehehehe. Kalau duduk sebelah Mas Alvin di kantor dan sedang kesulitan kadang otomatis Mas Alvin kasih masukan bagusnya harus gimana dan ngajarin kita.  Enak deh pokoknya perhatian orangnya hehehe…

Mba Indi

Sama kaya mas Alvin ex-magangers yang sudah menjadi junior arsitek SA_e. Dynamic Duo sama Mas Alvin di kantor walau, kadang bisa sedikit berantem juga sama Mas Alvin hehehe. Mba Indi juga dekat sama magangers, dan baik bangeet mau ngajarin bahkan ikut membantu kalau lagi dalam kesulitan. Orangnya juga teliti dalam bekerja.

Lalu Trio Yoni, Kukun, dan Santoso

Merupakan drafter Studio SA_e dengan usia yang masih fresh karena lebih mudah dari saya hihihi, walau awalnya saya panggil semuanya Mas hahahaha. Mereka bertiga sering datang dan balik barengan, dan merupakan yang terajin di kantor karena selalu datang pagi, balik paling malam, bahkan sering dijumpai di hari sabtu/ minggu di kantor hehehehe. Rasa ingin tahu dan minat belajarnya juga tinggi, dan meskipun masih mudah dan masih fresh graduate dari STM, jangan ragu buat bertanya sama mereka, karena wawasan dan tata cara kerja autocad mereka yang luas, dan mereka mau ngajarin dengan sabar. Mereka bertiga juga enak kalau diajak bercanda hehehe.

(Magangers bersama Mas Ario)

Selain itu selama magang saya juga ditemani oleh teman-teman magang yang dapat diandalkan walau mereka semua cewek tapi bisa diandalkan (walau kadang tingkah lakunya kocak hahahaha) dalam berbagai pekerjaan dan situasi yang sulit. Mereka adalah

Nabila

The best partner! Partner terlamaa hehehe, Teman bercerita, diskusi, sharing, teman jalan, sekaligus tour guide saya selama di Bintaro dan Jakarta. Mau membantu dan bisa diandalkan walau dalam kondisi yang sulit. Kadang juga nemenin lembur kalo ada kerjaan lagi deadline. Punya niat dan semangat belajar yang tinggi jugaa, hanya saja perlu lebih tekun dan pinter-pinter jaga kesehatan yaa Nab heheehehee, goodluck magangnya walau kita Cuma selisih 1 minggu jedanya hihihihi. Goodluck untuk laporan dan skripsinya bil…

Diba

Nama aslinya Marhama Diba, sama-sama berasal dari sumatera walau Diba sumatera bagian barat hehehehe. Juga punya semangat dan motivasi yang luar biasa buat belajar dan magang 6 bulan ini, salut deh. Attitude bekerjanya juga mirip dengan saya yang maunya cepet hehehe, hanya saja perlu hati-hati ya dib hehehe, goodluck juga buat magangnya yang masih berlanjut hingga tahun depan

Dessy

Ini juga nama aslinya Bibiana Dessy, karena nama panggilannya bukan nama depan jadi harus kenalin nama asli biar ngga salah ehehehe. Fresh Graduate dari Atma Jaya, sebetulnya satu tahun di atas saya temannya Jhonson dan Oliv, tapi orangnya ngga sungkan nanya dan belajar sama saya yang masih mahasiswa ini. Semangatnya juga tinggi bahkan mau lanjut S2 habis magang ini, yaaps goodluck juga buat Dessy untuk magang dan S2 nya nanti hehehehe…

(terima kasih Magangersae batch 01!)

Sebelum tulisan ini berakhir saya mau mengucapkan terima kasih kepada senior kampus saya Bang Ade ex magangers sebelum jaman SA_e yang sudah mengarahkan saya ke jalan yang benar hehehe dan saya juga mau mengucapkan terima kasih ke magangers SA_e generasi 01, senior saya juga Kak Olvi yang sudah bantu ngenalin saya ke Jhonson, dan juga terima kasih banyak kepada Jhonson, Oliv, dan Mas Anies yang sudah banyak bantu, menghibur, dan nyemangatin saya di awal periode magang saya. Kepergian kalian sempat menghilangkan tawaku di kantor dan cukup membuat saya stress waktu itu sesaat setelah mereka menyelesaikan magang di SA_e.

Dan untuk SA_e, Mas Ario dan jajarannya, serta teman-teman magang bila saya pernah marah, sering cuek, maupun ada berbuat salah, merusak atau dosa-dosa lain (lebay ehehehe) saya mohon maaf. Akhirnya semoga Studio SA_e semakin Berjaya dan berhasil mengekspan bisnis dan proyek-proyeknya amiiin.

Terima Kasih banyak sudah mau menerima saya di masa-masa sulit saya saat itu, sebenarnya kata-kata ini tidak cukup mewakili ucapan terima kasih ini.

Sampai Jumpa Studio Ario Andito Elaborasi

MEMANG SA AEEEEEE

Back To Top