skip to Main Content

By : Yuanda Satria

20140117_182303


          4,5 tahun yang lalu tepatnya pada pertengan tahun 2009, sisiwa/i SMU diseluruh Indonesia serentak merayakan kelulusan atas UN yang telah dilaluinya, dan diantara jutaan siswa/i yang bergembira itu termasuklah saya “Yuanda Satria”. Maka semenjak saat itu status saya resmi menjadi alumni SMAN 1 Air Hangat dan saya siap untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat perguruan tinggi. Mulai dari situ, penentuan jalan apa yang akan saya ambil untuk menentukan mau jadi apa nantinya saya kelak harus diputuskan.

            Dengan melalui proses diskusi dan mendalami tentang latar belakang jurusan yang akan saya ambil, akhirnya keputusan itupun ditetapkan, saya memilih ingin menjadi seorang ARSITEK. Hal ini juga didasari dengan kesukaan dan kecintaan saya akan dunia seni semenjak kecil. Saya sangat senang sekali menuangkan segala imajinasi saya kedalam bentuk gambar dan juga desain, akan tetapi masih dalam bentuk 2 dimensi. Nah… bukan tidak mungkin imajinasi saya itu bisa diwujudkan dalam bentuk real 3 dimensi. Maka dari itu, dengan niat yang kuat dan tekat yang bulat, saya mendaftarkan diri untuk menjadi mahasiswa Teknik Arsitektur Universitas Bung Hatta.

                Setelah resmi menjadi mahasiswa Teknik Arsitektur Universitas Bung Hatta, hari demi haripun dilalui dengan belajar dan mendalami semua seluk beluk tentang dunia Arsitektur. Sekitar kurang lebih 4 tahun lamanya semua teori-teori yang diberikan di bangku perkuliahan saya pelajari. Apabila masa-masa teori itu selesai, akan tiba masanya dimana kita akan mempraktekkan langsung apa yang telah kita pelajari selama itu. Bagi saya pribadi, masa praktek itu merupakan inti dari perkuliahan yang selama ini telah dijalani. Karena apa yang kita pelajari selama ini maka hal itu pulalah yang nantinya akan kita praktekkan kelak. Maka dari itu, perannya sangatlah penting dan tidak boleh dilewatkan.

           Masa teoripun selesai, tibalah saatnya saya di puncak inti dari perkuliahan itu sendiri yaitu melakukan praktek kerja. Untuk melakukan praktek otomatis kita harus magang di perusahaan biro Arsitek profesional. Setelah memilih dan menimbang, akhirnya saya menetapkan pilihan untuk mangang di PT. PARAMETR ARCHITECTURE.

Kenapa PARAMETR ?

Jawabannya simple: Karena Parametr menerima mahasiswa magang tanda adanya tes. 

Dalam artian, bahwa dalam hal ini berarti Parametr benar-benar ingin membuka kesempatan bagi mahasiswa/i yang benar-benar ingin belajar, Parametr benar-benar ingin membimbing mahasiswa dari sesuatu yang belum tahu menjadi tahu dan senantiasa mau berbagi pengalaman tentang dunia kerja. Berbeda dengan perusahaan lain yang harus melalui tahap tes, yang berarti mereka hanya menerima mahasiswa yang sudah mahir saja sehingga layak lulus tes dan tidak perlu repot-repot diajarkan lagi. Alhamdulillah di Parametr masih ada lowongan untuk saya mahasiswa magang.

Memasuki Kehidupan Baru

Bintaro, 16 Oktober 2013

             Dengan mengucapkan bismillah dan melangkahkan kaki kanan menuju Parametr, seraya berfikir bahwa disinilah kembali langkah pertama saya, langkah awal untuk penentuan hidup kedepan, bahwa disinilah gambaran masa depan akan diperlihatkan. Bismillahirrohmanirrohim… saya mulai membuka pintu pagar dengan harapan besar saya dapat diterima dengan baik didalamnya. Akan tetapi terjadi sedikit kesalahan, pintu pagarnya tidak bisa dibuka, karena ternyata saya memang salah pintu, pintu utamanya ada di depan sedangkan pertama saya masuk dari pintu pagar sebelah samping dari kantor. Untung waktu itu saya dikasih tau sama mas-mas yang biasa jualan sayur tiap pagi, Ia berkata “Mas, orang-orang biasanya lewat depan, gak pernah saya lihat ada yang lewat dari sini” ohhh terima kasih Mas, jawab saya. Maklum waktu survey alamat kantor hari udah malam. 

            Pada hari itupun saya resmi berstatus sebagai mahasiswa magang di Parametr, dengan pertamakali disambut oleh mbak Sari disertai senyuman Parametrian lainnya saya dituntun langsung menuju meja kerja saya. Mulai hari itu saya seakan akan seperti memasuki dunia baru, dimana saya harus beradaptasi dengan lingkungan baru, berinteraksi dengan orang-orang baru dengan latar belakang adat istiadat budaya dan asal yang berbeda-beda, menyesuaikan selera makanan baru serta menyesuaikan diri dengan kebiasaan-kebiasaan baru yang berbeda dengan kehidupan saya selama di Sumatra. Hal-hal baru inilah yang akan saya jalani selama 3 bulan di Parametr.

            Hari pertama di Parametr, saya seolah olah masih belum bisa percaya bisa berada ditengah-tengah orang-orang hebat yang karyanya biasa saya lihat hanya lewat buku dan majalah, akan tetapi kali ini saya bisa berada langsung di satu arena yang sama, bisa langsung melihat dan bahkan akan bisa ikut serta dalam proses kerjanya, it’s awesome dan rasanya itu grogi banget. Selanjutnya hari-haripun dimulai.

What must i do ?

          Waktu pertama kali menghadapi meja kerja, saya masih bingung, belum tau hal apa yang harus dikerjakan, cara kerjanya bagaimana, dan apa saja yang bisa saya lakukan. Tetapi ternyata setiap awal minggu akan selalu diadakan PM dimana disitu akan ada laporan perkembangan kerja dan juga pembagian kerja. Kemudian dari situ barulah jelas dan kita tau tugas apa yang harus dikerjakan. Dengan skill pengoperasian aplikasi komputer yang minim, saya sempat minder dan takut kalau nantinya akan memperlambat proses kerja saja. Sedangkan kerjaan tersebut sedang dalam deadline yang membutuhkan kinerja yang cepat. Akan tatapi, rasa takut dan khawatir itupun perlahan hilang setelah mendapatkan arahan demi arahan dari Parametrian yang senantiasa mau membagi ilmunya serta sabar dalam mengajarkannya. Dalam hal ini Mas Supar patut saya sebut Master, karena Mas Suparlah yang pertama kali mengajarkan saya teknik mewarnai denah di photoshop. Berkat kesabarannya dan kepiawaiannya dalam mengajarkan, akhirnya saya mampu menerima dengan baik apa yang diterangkannya. Bahkan hanya dalam waktu 2 hari saja setelah itu, saya sudah langsung bisa mengajarkan Mbak Sari untuk bisa mengoperasikan photoshop. Memang saya suka dunia fotografi, akan tetapi saya tidak begitu terlalu suka dengan terlibatnya photoshop di dalam sebuah foto, hanya saja sekedar membuat foto jd BW dan menaikkan kontras saja. Setelah memahami tentang photoshop, saya seperti ketagihan untuk menggunakannya. Ternyata saya baru tahu, bahwa peran photoshop teramat sangatlah penting, dulunya saya hanya tahu aplikasi yang dibutuhkan arsitek hanyalah autocad dan sketchup saja. Setelah itu saya berfikir, apakah kerjaan saya selama magang ini hanyalah mewarnai denah saja? tentunya tidak.

Sayembara Desain Arsitektur

           Entah kebetulan atau tidak, saya merasa sangat senang dan beruntung sekali pada kesempatan magang ini beriringan pula dengan diadakannya berbagai macam sayembara desain arsitektur yang diikuti Parametr. Dengan adanya sayembara ini, saya menjadi tahu proses awal dari suatu desain itu seperti apa dan akan melihat hasil finalnya seperti apa pula. Proses demi prosespun diikuti, mulai dari pengkajian TOR yang kemudian dipresentasikan, mengikuti Aanwijzing, mencari preseden perancangan, konsep awal perancangan, dan kemudian mengaplikasikannya kedalam bentuk 2D dan 3D. Ngomongin soal 3D, saya sempat kelabakan juga pada waktu mengerjakan Sayembara Kelok 9. Karena skill sketchup saya yang masih dasar, saya sudah langsung mendapat tantangan menangani site yang berkontur. Penguasaan aplikasi komputer sangatlah penting, kita tidak bisa hanya mengandalkan kemampuan berteori saja tanpa bisa mengaplikasikannya langsung. Disinilah terjadi kendala-kendala tersebut, saya dapat mengerti dan dapat menangkap apa yang diinginkan oleh para principal, akan tetapi saya tidak mengerti bagaimana caranya untuk mengaplikasikannya. Dan Alhamdulillah, lagi-lagi berkat Parametrian yang tidak pelit membagikan ilmunya dan juga kemauan kita untuk bertanya semua masalah bisa diatasi.
presentasi kelok 9

presentasi kelok 9

aanwijzing

Teleconference Discussion

               Di sayembara ini seolah kita diberikan kesempatan untuk mengasah ketajaman kemampuan desain kita, dimana disini kita lebih lega untuk berekpresi, toh kalau kalah juga tidak masalah tetapi kalau memang menang ya Alhamdulillah. Disini saya juga belajar yang namanya team work, kekompakan berkerjasama sebagai sebuah tim. Selain itu juga menghadapi deadline pengumpulan karya menjadi sensasi tersendiri yang juga menjadi bagian dari sayembara. Terimaksih banyak kepada Mas Ario yang sudah mau melibatkan dan membimbing saya dengan sabar selama proses sayembara ini, dan juga kepada Mas Nanang dan Mas Tomy yang sudah mau mempercayai saya sebagai sebuah tim.

FORMAT PRESENTASI_02

sayembara

Paramertrip

          Sempat berfikir bahwa saya tidak akan diajak pada salah satu program Parametr yang satu ini, tetapi saya salah. Ternyata akhirnya saya juga diajak untuk mengikuti acara yang bertempat di Citatih, Suka Bumi. Acara yang sangat havefun ini memberikan kesan tersendiri, kita kesana bukan hanya pergi untuk refreshing saja, akan tetapi disana kita juga mendapatkan pelajaran yang dalam hal ini kita dapatkan dalam bentuk berbagai macam permainan. Permainan tersebut mengajarkan kita tentang leadership, teamwork, empati, inisiatif, dan fokus yang manfaatnya sangat dibutuhkan dalam dunia kerja. Di acara Parametrip ini pastinya saya mendapatkan baju seragam kegiatan, dan nantinya akan menjadi baju kebanggan saya di kampus sekaligus sebagai bukti nyata bahwa saya pernah menjadi bagian dari Parametr Architecture. 🙂

DSC07548

Parametalk

       Merupakan nilai tambah yang teramat besar sekali dengan adanya program Parametalk ini. Di forum yang diadakan setiap jum’at sore ini saya mendapatkan ilmu lebih banyak lagi. Awalnya saya berfikir kalau magang itu ya cuman bantuin orang kerja, di kantor ya kerja saja. Akan tetapi trio Principal Parametr memang luarbiasa sekali, selalu punya ide-ide cemerlang, diantaranya yaitu dengan membuat program PARAMETALK. Jadi, selain fokus bekerja di dunia arsitektur, Prametrian juga disuguhkan ilmu pengetahuan baru baik masih dalam lingkup arsitektur maupun diluarnya dengan mendatangkan pemateri-pemateri dari luar. Tujuannya adalah untuk membuka wawasan kita lebih luas lagi dan pastinya agar kemampuan desain dapat berkembang dan terus berkembang ke arah yang lebih baik.

parametalk1 copy             Bicara mengenai Parametalk, lagi dan lagi saya sebagai mahasiswa magang ikut dicemplungkan untuk menjadi penanggung jawab program ini. Pada program ini saya kebagian tanggung jawab untuk mendesain plakat penghargaan bagi pemateri yang akan diundang di acara Parametalk. Disini tantangan kembali dimulai, dilema demi dilemapun saya hadapi. Tantangannya disini adalah bagaimana menyatukan ide-ide cemerlang dari ketiga principal menjadi dalam satu bentuk desain yang pas dan sama-sama diterima oleh ketiganya. Saya sempat kewalahan, akan tetapi disini peran Mas Ario kembali membantu, beliau mengatakan “ jangan pernah ada kata-kata susah, karena kata itu sungguh tabu untuk diucapkan oleh seorang arsitek, tidak ada yang tidak mungkin untuk dilakukan”, mendengar kata-kata itu semangat saya seperti terpacu kembali untuk menyelesaikan desain plakat tersebut.

20131223_202905

20131223_202555

20140116_111831

IBADAH

Kapan seseorang itu bisa dikatakan sukses?

  •               Apakah dengan memiliki uang banyak dan kehidupan yang mapan?
  •               Apakah dengan desainnya bagus dan banyak dipakai ? (bagi Arsitek)

Jika semua jawaban diatas adalah “iya” maka saya rasa itu belumlah dikatakan sukses. Seseorang belumlah dikatakan sukses jika segala sesuatunya belum diiringi dengan menjalankan ibadah. Di Parametr saya menemukan jawabannya, disini saya seperti menemukan sebuah pencerahan. Saya sempat berfikir kalau orang-orang kota itu selalu disibukan dengan kerja dan kerja hanya untuk uang sehingga lupa dengan ibadah, karena memang dasarnya saya orang dari kampung, jadi dari kecil sudah didoktrin oleh sinetron-sinetron atau acara TV yang lebih sering memperlihatkan kegemerlapan kehidupan ibu kota. Tetapi setelah disini fakta bicara lain, ternyata disela-sela kesibukan mengerjakan pekerjaan seberat apapun itu, Parametrian selalu bisa menyempatkan diri untuk beribadah. Alhamdulillah saya ikut kebagian efek positifnya, hati saya menjadi ikut tergerak untuk selalu ke mesjid melaksanakan ibadah bersama. Seiring dengan itu timbulah rasa keakraban dengan Parametrian. Di perjalanan ke mesjid dan sebaliknya disana juga terjadi diskusi-diskusi kecil tentang dunia kerja maupun hal lainnya. Semoga kebiasaan ini dapat saya pertahankan selalu, amin.

Sayonara

Bintaro, 16 Januari 2014

         Begitu banyak hal-hal yang saya pelajari dan saya dapatkan selama dalam waktu yang hanya 3 bulan yang singkat ini yang tak ternilai harganya. Waktu 3 bulan ini tentu juga merupakan waktu yang belum cukup bagi saya untuk dapat menyerap segala informasi dan ilmu tentang dunia arsitektur. Waktu 3 bulan ini saya anggap sebagai simulasi untuk menghadapi dunia kerja yang sebenarnya, karena selama itu kita memang ditempatkan di dunia kerja dan ikut berkecimpung langsung dalam proses kesehariannya. Ada pertemuan dan ada pula perpisahan, sementara saya sudah mulai sesuai dengan kehidupan saya yang disini tibalah saatnya saya harus kembali ke kehidupan semula. Saya harus kembali untuk menyelesaikan apa yang sudah saya mulai 4,5 tahun yang lalu, kembali untuk menuntaskan kewajiban sebagai mahasiswa Universitas Bung Hatta. Saya seakan mendapatkan begitu banyak bekal untuk pergi kembali ke dunia perkuliahan dan menyelesaikan kuliah S1 saya ini. Teramat besar jasa Parametr kepada saya sehingga tak mampu untuk saya balas, yang bisa saya berikan hanyalah ucapkan rasa terimakasih yang teramat besar serta do’a agar apa yang di cita-citakan oleh Parametr dapat terwujud kedepannya, murah rezeki dan senantiasa selalu berada dibawah lindungan Tuhan Yang Maha Esa, amin. Tidak ada manusia yang sempurna yang tidak luput dari kesalahan. Maka dari itu, sekiranya jika ada perkataan atau perbuatan saya selama di Parametr baik yang sengaja maupun tidak disengaja yang tidak berkenan di hati Parametrian saya mohonkan maaf yang sebesar-besarnya. Saya datang tampak muka dan saya pulang tampak punggung dalam artian saya datang dengan baik-baik dan saya pamitpun dengan baik-baik pula.

BIG Thanks to Paramterian.

Kepada ketiga Principal Parametr yaitu Mas Ario, Mas Harun dan Mas Joffi, terimakasih banyak yang sebesar besarnya atas semua bimbingannya. Banyak kutipan-kutipan kata yang saya ambil dari masing-masing Principal Paramter yang begitu besar manfaatnya.

Show don’t tell – Mas Ario. Jangan takut salah, yang penting asistensikan saja dahulu apa yang telah kita kerjakan, dan teruslah mengeksplorasi desain dengan berbagai macam alternatif yang nantinya dapat dipilih dan mendapatkan desain yang tepat.

D.U.I.T (Do’a Usaha Ikhtiar dan Tawakal)- Mas Harun. Karena dengan DUIT ini, maka apapun yang kita inginkan akan dapat dicapai. Kalimat ini akan saya tanamkan dalam d benak saya.

Jangan takut untuk dimanfaatkan – Mas Joffi. Artiannya dalam hal ini adalah dengan dimanfaatkannya kita di dalam proses kerja berarti kita dalah orang berguna, dapat diandalkan, dan dari situ kita bisa belajar bagaimana memegang tanggung jawab yang telah diberikan.

           Tidak luput pula saya ucapkan ribuan terima kasih yang sebesar besarnya kepada orang-orang hebat ini, kepada Mas Andri, Mas Pandu, Mas Supar, Mas Rian Besar, Mas Rian Kecil, Mas Ali, Mas Santos, Mas Tomy, Mas Bamby, Mas Ibnu, Mbak Anita, Mbak Siki, Mbak Dini, Mbak Yesi, Mbak Sari, Mbak Suci, Mbak Fitri (eks Parametr), Mbak Lenggo (eks Parametr) dan kepada teman semagang saya Anggi. Terima kasih atas bantuan dan ilmunya yang sudah mau dibagikan kepada saya, semoga saya dapat meanfaatkannya dengan sebaik baiknya. Rasa terima kasih saya belum lengkap jika belum diucapkan kepada Mas Robi dan Mas Syahril yang juga membantu saya dalam mengoptimalkan pekerjaan saya jika ada urusan diluar kantor. Terimakasih juga atas sajian makananya yang begitu berlimpah ruah dan enak-enak sekali.

Jika Parametrip berkesempatan berkunjung ke Padang, saya akan senantiasa siap membantu apa saja hal yang dibutuhkan.

Semangat Pagi PARAMETR !!!


Back To Top