skip to Main Content

Amalia

Perjalanan nyari lembaga arsitektur yang mau nerima mahasiswa buat kerja praktek kurang lebih selama 40 hari doang itu susahnya ampun-ampunan, apalagi di daerah ibukota. Untungnya ada teman kuliah yang mau bantuin untuk nyariin di daerah Bintaro, pikirku ‘lumayanlah dekat dan ga ngabisin banyak waktu di jalan’.

Akhirnya dia ngasih alamat email salah satu pegawai di Parametr Architecture dan nyuruh saya buat ngirim cv dan portfolio. Dan beberapa hari kemudian langsung ditelfon dari pihak kantor untuk segera masuk magang. Posisi saya saat itu masih berada di Semarang untuk menunggu keluarnya nilai setiap mata kuliah.

Keesokan harinya, salah satu nilai keluar dan nilai tersebut tidak seperti yang saya harapkan. Pikir saya ‘Wah harus ambil SP nih. Terus nanti KPnya gimana? Kalau KP disini nanti puasa ga dirumah. Tapi kalo ga ambil SP, nasib nilai gimana..’ Semalaman saya pikirkan dengan baik, sampai konsultasi ke teman dan orangtua pastinya dan akhirnya saya memutuskan untuk tidak mengikuti SP dan lanjut untuk magang di Parametr Architecture. ‘Kalau ngga diambil sekarang, pasti gue bakal nyesel nih’ batin saya.

Hari pertama masuk magang, diawali dengan pengarahan dari Mbak Sari dan berkenalan dengan teman magang dari Arsitektur ITB angkatan 2009, yaitu Amanda dan Aufar.

IMG_0030 Mereka digosipin pacaran oleh para karyawan Parametr Architecture namun sampai sekarang pun kami juga belum tahu kepastiannya 😀

Lalu diberi tugas oleh Kak Anita untuk membuat maket gubahan massa bersama dengan Aufar. Sebagai anak yang baru sekali magang, saya belum mahir untuk membuat maket karena dalam tugas Perancangan Arsitektur pun tidak diwajibkan untuk membuat sebuah maket sehingga saya tidak berkontribusi terlalu banyak dalam pengerjaan maket ini. Namun saya sudah bertekad untuk belajar dan curious dalam tahapan pembuatan maket.

Sebagai salah satu principal yang aktif dalam membimbing anak-anak magang, Mas Ario Danar Andito adalah sesosok pemimpin yang tegas dan perfeksionis, namun ia juga dapat menjadi mentor yang mampu mengajarkan saya dalam menghasilkan sebuah karya arsitektur yang ‘beda’ dengan yang lain tetapi masih mengikuti aturan bentuk dan keruangan. Mas Ario juga mampu memberikan solusi desain secara spontan, itulah yang ingin saya pelajari dari beliau 🙂

Hari selanjutnya, ternyata datang anak magang lagi. Namanya Gyrass, Arsitektur UNS angkatan 2009. Dia bisa dianggap jadi pentolan dari anak magang karena pulang paling malam dan sering diminta bantuan oleh orang-orang kantor untuk touch-up menggunakan Photoshop, haha

Gyrass

Oh ya! Mengenai touch-up menggunakan Photoshop, saya benar-benar tidak bisa sama sekali sedangkan anak magang yang lain sudah pada bisa, handal malah. Bisa dibilang saya minder dengan mereka karena ketidakbisaan saya menggunakan Photoshop. Cara yang paling basic pun saya tidak bisa 🙁 Tapi saya tidak menyerah. Saya mulai dengan men-download berbagai macam tutorial Photoshop dari Youtube lalu sedikit demi sedikit saya pelajari. Saya juga mulai bertanya pada rekan magang saya mengenai basic-basic dari touch-up nya. Untung saja mereka sabar meladeni saya hehe 😀 Kalau ga belajar dari sekarang, mau kapan lagi?

Kemarin baru saja saya beserta tim proyek Sekolah Krukut melakukan presentasi ke yayasan sekolah. Disana kami harus menghadapi situasi dimana kita sebagai arsitek mampu memahami kemauan klien. Setiap pertanyaan yang diajukan, harus bisa dijawab dengan baik sehingga nantinya klien pun mengerti mengapa desain ini yang arsitek pilih. Saya belajar dari Mas Ario, selaku bos dari proyek Krukut ini, bahwa desain yang baik adalah desain yang mampu ‘bercerita’, mudah dipahami, dan bisa diterima oleh klien. Begitu juga arsitek. Arsitek yang bagus adalah arsitek yang mampu menemukan solusi desain serta meyakinkan para kliennya akan desain yang dibuat oleh si arsitek.

Sebagai anak magang paling muda, kehidupan permagangan saya di Parametr Architecture tidak lepas dari pem-’bully’-an dari rekan-rekan magang saya. Bully disini bukan digojlok atau sebagainya tapi lebih kepada diusilin teruuuuus haha sepertinya sehari tidak membully saya, terkesan rugi begitu haha! tapi dari keusilan inilah yang membuat kami, para anak magang, menjadi makin akrab.

Geng magang

Magang di Parametr ini tidak lepas dari kegiatan makan-makan-dan-makan. Setiap ada yang ulang tahun, pasti dirayain. Entah itu di kantor ataupun di luar. Kalau hari biasa, rutin makan siang + cemilan di sore hari. Lalu ketika bulan puasa tiba, disediakan makanan berbuka. Jarang-jarang loh ada kantor yang super-duper kekeluargaan seperti di Parametr Architecture ini 🙂

Walaupun saya hanya sebentar di kantor ini, namun banyak pelajaran yang bisa saya ambil. Mulai dari maket-ing, touch-up Photoshop, sampai pada cara presentasi kepada klien. Hal-hal yang sepele namun banyak artinya untuk pengalaman saya kelak. Terima kasih banyak Parametr Architecture. Terima kasih karena sudah menerima saya menjadi bagian sementara di kantor ini. Terima kasih juga buat Trio Principal; Mas Ario, Mas Harun dan Mas Joffi. Semoga makin sukses, makin banjir proyek, dan makin solid! Amin 🙂

NB : I’ve got this from Parametr!! :))))))))))) BIG THANKS!!! Terharu :”””)

:) IMG_0198

Back To Top