skip to Main Content
1

oleh  : Jacky, Daffa, Senna

Rumah Gerbong dengan konsep Krowakisme-nya merupakan sebuah objek arsitektur yang sangat menarik. Dari observasi kami, banyak elemen-elemen arsitektur yang muncul dari konsep Kroakisme yang berupa cahaya, vegetasi, void, dan program. Konsekuensi konsep krowakisme kemudian kami coba tangkap dengan ilustrasi dan sketsa.

Dapat dilihat dari gambar potongannya bahwa untuk memenuhi konsep krowakismenya, rumah gerbong secara sadar ataupun tidak sadar menciptakan sebuah sequence void-solid-void-solid-void-solid. Strategy ini membuat aliran cahaya yang masuk ke dalam menjadi tersebar dengan baik sehinggga setiap daerah mendapatkan porsi cahaya yang cukup.

Salah satu strategi yang kami observasi adalah seringnnya penggunaan vegetasi untuk menciptakan suasana yang fluid antara ruang terbuka dan tertutup. Dengan adanya vegetasi, ruang void dan ruang solid menjadi saling terhubung oleh vegetasi tersebut, menciptakan suasana yang alami dan harmonis.

Menariknya Krowakisme membuat kami berpikir, bagaimana jika kita menerapkan konsep ini dalam skala yang lebih besar? Apa yang akan terjadi?

dengan diterapkannya  “krowakisme” pada blok perumahan

menimbulkan efek hilangnya batasan antar user. namun, tetap adanya privasi

yang didapat oleh user. dimana lantai 1 memang untuk publik dan 2 ke-atas

mulai mendapat suasana private pemilik rumah

tidak seperti rumah seperti biasanya, dengan krowakisme yang dimana sisi void anatara satu

rumah dan yang lain saling bertemu, menghilangkan sikap rumah yang selalu dibatasi oleh

tembok besar yang rata, bahkan tidak bermassa, tidak ada batasan jelas antar rumah satu

dan yang lain.

dengan batasan yang hilang, interaksi antar manusia menjadi bertambah,

gaya hidup yang baru akan muncul, tuntutan akan sikap yang toleran antar penghuni

mau tidak mau akan muncul, penerapan gaya ini, sekiranya diharapkan dapat memicu

adanya interaksi manusia secara intense dari berbagai jenis interaksi.

Back To Top