skip to Main Content

Supervisor: Supar
Team: Ibnu Surya Ramadhan, Astika Apriliana, Gandhi Thaiba

sofyan

We do not create the work. I believe we, in fact, are discoverers.
– Glenn Murcutt

.

Dalam setiap berhuni entah itu manusia maupun mahluk hidup lainya tentu saja mebutuhkan sebuah kenyamanan. Keamanan dari “kejahatan iklim” baik itu panas, hujan maupun mahluk bergerak lainya seperti hewan. Hunian yang baik akan selalu memikirkan dalam proses perancangan siapa dan apa yang akan membentuk habitat kecil yang bernama “rumah tinggal”.

Rumah ini terletak di kawasan perumahan di daerah Bintaro, kota Tangerang. Perumahan dengan konsep keamanan satu pintu (pos security hanya ada di bagian depan), sehingga membentuk cluster perumahan yang tidak membutuhkan pintu gerbang yang tinggi untuk menjaga keamanan si penghuninya.

Bahwa dalam kenyataanya setiap pembagian sebuah komplek perumahan, yang pastinya menghasilkan ada salah satu bagian rumah di bagian ujung (hook), site hook inilah yang akan menjadi lokasi pembentukan habitat baru tersebut.

Rumah ini adalah rumah kedua dari pasangan suami istri yang mempunyai dua orang anak yang sudah dewasa, lokasi site secara arah mata angin adalah mengadap timur barat, yang bererati akan ada pemikiran lebih mengenai bagian bangunan yang mengahadap arah barat , agar nantinya matahari barat tidak membuat “gerah” si penghuni rumah.

Tulisan ini lebih menghususkan untuk membahas program Research and Development mengenai tanggapan dan pemikiran si arsitek terhadap kondisi tersebut, bagaimana menciptakan muka rumah yang diharapkan mampu mereduksi panas sinar matahari dari arah barat. Pemikiran yang di tuangkan dalam praktek pembuatan beberapa mock up yang nantinya akan di tranformasikan kepada kontraktor untuk di aplikasikan di facade bangunan.

Casting Project: Bata Ringan dalam program Research and Development ini bermula dari kebutuhan akan Design Facade pada Spouse House Project. Spouse House memiliki dua wajah pada facade nya, yang melambangkan Sang Suami dan Sang Isteri. Dua Wajah inilah yang kemudian di design berbeda antara satu dan lainnya, yang melambangkan kekuatan Suami dan Isteri. Dengan arahan Principle dan Mas Supar sebagai penanggung jawab Proyek, Team kemudian mendesain berbagai kemungkinan Pattern yang didesain dengan menggunakan bahan Bata Ringan.

Alasan team memilih Bata Ringan sebagai material untuk facade bangunan, dikarenakan material Bata Ringan banyak ditemukan di pasar, serta untuk pemotongan material ini mudah dikerjakan. Berikut ini merupakan alternatif-alternatif yang sudah team buat:

potongan detail copy

1. Ibnu Surya Ramadhan

Alternatif 1

1 copy

Alternatif 22 copy

Proses pemotongan hebel

ibnu

 

2. Astika Apriliana

ALLDalam proses pembuatan model hebel yang akan digunakan untuk project rumah tinggal Bapak Sofyan, saya membuat beberapa alternatif model Bata Ringan. Konsep yang saya gunakan dalam modelling ini, yaitu meminimalkan sisa-sisa hebel yang terbuang (zero waste hebel). Berikut beberapa alternatif tersebut:

Alternatif 1
1a

Kekurangan kedua model diatas, struktur yang digunakan tidak memungkinkan karena terdapat potongan-potongan hebel kecil yang diragukan bila dipasang vertikal. Namun, kelebihannya, bentuk model ini tidak memakan banyak hebel yang terbuang (zero waste).

Alternatif 2

1b

Penyusunan model a terlihat lebih ringan dibandingkan dengan model b. Namun, dilihat dari sisi lain, model b yang memiliki bentuk fasad yang lebih melebar dibanding dengan model a, lebih terlihat ramping karena bata hebel disusun secara vertikal dengan tebal hebel sebagai tampilan luarnya.

Alternatif 3

1c

Kelebihan model ini adalah zero waste pada penggunaan bata hebel. Dari segi estetika, penyusunan bata hebel tersusun simetris dan rapi. Dari segi struktur, dinding penahan hebel diragukan akan kuat menopang hebel-hebel tersebut.

Untitled-2

 

3. Gandhi Thaiba

Hebel Design Facade Possibilities

Hebel Design Facade Possibilities

Beberapa alternatif pattern yang saya design berikut merupakan design dengan zero waste, keseluruhan bagian dari hebel dimanfaatkan menjadi pasangan modul Pattern yang akan diaplikasikan pada Facade Spouse House milik Pak Sofyan.

Kelemahan dari design-design berikut adalah aplikasi pada bangunan yang cukup sulit karena hanya mengandalkan mortar sebagai perekat antara Bata Ringan dan Dinding yang akan diaplikasikan.

Alternatif A

Pattern_3

Pattern Alternatif A ini terbuat dari bentuk yang sangat simple. Idenya adalah dua Segitiga yang tempak dari perspektif yang berbeda.

Pada alternatif A1 (sebelah kanan), Bata Ringan dibagi 2 dan setiap bagian dibagi secara diagonal sehingga membentuk segitiga. Segitiga-segitiga ini kemudian disusun kembali dan diatur tingkat kedalamannya dari dinding penahan, sehingga terbentuk permukaan yang tidak rata yang menghasilkan bayangan pada tiap sisi disebelahnya.

Alternatif A2 (sebelah kiri) memiliki form yang sedikit lebih kompleks. Modul pada Pattern ini terbentuk dari dua buah Hebel. Bata Ringan pertama dibagi dua sama besar secara horizontal (30 cm x 20 cm x 7,5 cm), yang kemudian dibelah secara diagonal membentuk segitiga. Bata Ringan kedua dibagi dua dengan rasio 1:3 sehingga menghasilkan dua hebel dengan ukuran yang berbeda, 45 cm x 20 cm x 7,5 cm dan hebel ukuran 15 cm x 20 cm x 7,5 cm, yang juga dibelah secara diagonal membentuk segitiga.

Alternatif B

Pattern_2

Ide pada Alternatif C ini adalah proporsi. Dua wajah pada facade Spouse House ini memiliki lebar yang tidak sama. Pattern pada Alternatif B1 dibuat vertikal sehingga meminimalisir kesan lebar pada facade, sedangkan sebaliknya, Pattern B2 dibuat horizontal sehingga menjadi padanan yang saling melengkapi satu dengan yang lainnya.

Alternatif C

Pattern_1

Ide pada pattern ini adalah interlocking sehingga memperkuat sambungan antar modul pada pattern. Pada Alternatif C1 (sebelah kanan), Hebel dibagi secara diagonal dan horizontal sehingga menghasilkan bentukan hebel seperti pada gambar di atas. Alternatif C2 (sebelah kiri) adalah satu-satunya pattern yang menghasilkan waste, karena interlocking dibuat dengan memotong bagian yang akan dikaitkan.

pro

Back To Top