skip to Main Content

oleh Nuke Filiana Ardini, Aqmarina Badzlin & Ario Andito

Parametr Architecture Indonesia memiliki tiga komitmen yang selalu diupayakan untuk terealisasi. Ketiga komitmen tersebut adalah

  1. Berkarya dalam bidang arsitektur (proyek arsitektural)
  2. Berkarya dalam bidang edukasi (program magang,research & development)
  3. Berkarya dalam bidang sosial

AAA

Berkontribusi di bidang sosial dalam bentuk karya merupakan komitmen Parametr Architecture yang sedang diupayakan untuk terealisasi. Untuk mewujudkan komitmen di bidang sosial, Parametr Architecture Indonesia berinisiatif untuk menciptakan aktifitas sosial berbasis desain kolektif yang dinamai PITA ( Passion Initiative Transform Action).

Passion merupakan keinginan dan komitmen sosial untuk ikut bekerjasama dalam masyarakat untuk menyelesaikan suatu masalah secara kolektif dengan mengedepankan produk desain sebagai generator pemecah masalah. Initiative merupakan proses desain dengan multidisiplin teamwork dan berkolaborasi dengan msyarakat dimulai dari gagasan hingga sampai ke tahapan prototype. Transform merupakan proses transisi dari sebuah desain menjadi produk. Action merupakan proses melanjutkan produk desain tersebut menjadi sebuah gerakan atau sistem yang kemudian dapat diulang dan dipakai oleh masyarakat luas.

logo pita 1

Logo Design by:Ryan Akbar

Penggagas aktifitas sosial ini adalah principal Parametr Architecture Indonesia bersama dengan anak-anak magang atau yang lebih sering dikenal dengan sebutan magangers untuk berperan aktif menjalankan aktifitas sosial ini.

PITA merupakan sebuah ruang terbuka bagi siapapun yang mempunyai keinginan untuk berpartisipasi baik dengan ilmu yang dimiliki, pengalaman maupun dalam bentuk materi yang dikolaborasikan secara bersama kemudian dikemas menjadi suatu bentuk kegiatan sosial yang diharapkan dapat menyelesaikan masalah sehari-hari dengan desain dalam artian luas

Secara garis besar proses aktifitas yang dilakukan dalam PITA adalah sebagai berikut:

  1. Mengamati masalah yang muncul sehari-hari dalam masyarakat atau lingkungan terdekat.
  2. Berkolaborasi dengan berbagai disiplin ilmu untuk memperoleh pendekatan-pendekatan yang bervariatif sehingga didapatkan produk desain yang tepat guna.
  3. Melibatkan semua pihak yang berkepentingan dengan tujuan agar produk desain yang dihasilkan dapat dikenal, dijangkau, dan dimanfaatkan oleh masyarakat luas melalui kegiatan crowdfunding.
  4. Menciptakan sebuah sistem gerakan sosial berdasarkan pada proses aktifitas sebelumnya, agar dapat menjadi inspirasi bagi orang lain.

Sejauh ini telah ada dua proyek dalam PITA, Sekolah Krukut dan Meja Semangat. Masing-masing proyek memiliki masalah,pendekatan dan penyelesaian yang berbeda.

Sekolah Krukut

Sekolah Krukut merupakan proyek pemanfaatan sebuah tanah wakaf untuk pembangunan kembali sekolah yang terkena penggusuran lahan. Proyek ini dimulai dari tahun 2012.1

PITA mencoba untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ditemukan dalam proyek ini seperti kondisi kelas yang terbatas, minimnya fasilitas sekolah dan kondisi sekolah yang terkena penggusuran lahan dalam bentuk sebuah desain.

Proses awal yang dilakukan adalah berdiskusi  dengan pihak Yayasan Citra Bangsa dan keluarga Bapak Hadinoto selaku pemberi tanah wakaf, kemudian membentuk sebuah kepanitiaan. Panitia tersebut terdiri dari pihak yayasan, keluarga Bapak Hadinoto, orang tua siswaq dan warga Krukut. Produk akhir yang dihasilkan dalam proyek ini selain sebuah desain adalah sebuah sistem penyelesaian masalah yang dapat menjadi referensi orang lain dengan permasalahan yang sama.

3 4

Meja Semangat

Berbeda dengan Sekolah Krukut, proyek Meja Semangat merupakan sebuah proyek dengan tujuan akhir menggaungkan inspirasi yang diharapkan dapat menjadi gerakan sosial. Meja Semangat adalah sebuah dedikasi untuk anak-anak yang sedang dalam proses menuntut ilmu agar lebih semangat. Permasalahan yang ditemui di TPA Masjid Uswatun Hasanah adalah penggunaan“dingklik” sebagai meja untuk membaca Al Qur’an. Hal ini dirasa kurang sesuai dengan fungsi asli dari sebuah dingklik yang digunakan sebagai tempat duduk.

2

Proses awal yang dilakukan untuk menjalankan proyek ini adalah berdiskusi dengan ustadz masjid Uswatun Hasanah. Setelah melakukan diskusi, maka diperoleh beberapa data yang dirasa akan berguna untuk proyek ini. Setelah memperoleh brief awal, parametrian dan magangers diberikan kesempatan untuk mencari referensi dan menuangkannya pada desain meja masing-masing.

Untitled-1 copySelama proses pengusulan desain, setiap desain yang masuk dikumpulkan di ruang akar agar bisa dilihat dan dikomentari oleh semua orang. Setelah itu, ditentukan 2 jenis desain meja untuk dikembangkan, yaitu desain meja tipe attached Hamam dan desain meja tipe detached  Roza yang kemudian dilanjutkan dikembangkan oleh Marthian.

2

Yang menjadi kekhasan dalam proyek ini adalah cara penyelesaian masalah yang dapat menghasilkan desain sesuai dengan keinginan,kebutuhan dan universal.

PITA

Produk akhir yang diharapkan dari proyek ini adalah merubah pola pikir dan kebiasaan menggunakan “dingklik” untuk membaca Al Qur’an serta menciptakan sebuah gerakan yang dapat menjadi inspirasi bagi orang lain.

https://www.facebook.com/passioninitiativetransformaction

http://www.pita.or.id

Back To Top