skip to Main Content
peran berterima kasih

Kenapa Parametr?

Magang adalah sebuah kewaijban yang harus dipenuhi sebagai untuk lulus kuliah. Saya tidak pernah tau dan kepikiran akan menjalankan kewajiban ini dimana karena saya menolak untuk tau konsultan dan kontraktor. Namun suatu ketika di warung kampus, Mas Gyras (kakak tingkat dan mantan magangers di Parametr) menyarankan untuk magang di Parametr. Tanpa pikir panjang saya menyiapkan portofolio dan mengirimkannya ke PT Parametr Indonesia. Eh keterima, Trimakasih Parametr dan Terimakasih Tuhan yang memberi jalan saya untuk kesini.

“Kadang kita tidak perlu berpikir berlebihan atau meminta, yang perlu kamu lakukan hanya memberi, melakukan dan bersyukur“ – Aldo

Minggu pertama di Parametr – Adaptasi

Saya resmi diterima di Parametr sebagai Magangers yang akan terlibat dalam Proyek, Sayembara dan Research and Development. Minggu pertama magang dan terlibat dalam proses mendesain Rumah milik mas Ario adalah hal yang tidak saya sangka sebagai anak magang. Disini saya belajar, mendesain dalam kerja tidak sama dengan mendesain saat di kampus, tidak harus pusing

“Hilangkan segala pikiran ruwet mahasiswa, kalo kamu pusing berarti salah, ganti metodemu” – Mas Ario

Kata-kata yang terus teringat sampai sekarang tentang virus pikiran ruwet mahasiswa yang disarankan sekali untuk dihilangkan saat mendesain.

2 bulan pertama di Parametr – Mencari Peran Diri

Hari-hari di Parametr terasa begitu cepat. Kegilaan saat deadline, canda tawa akan sesuatu hal, gossip-gosip kantor, berbagi pelajaran dan pengalaman, dibimbing, sakit, ngantuk, bersemangat, galau, touch up, rendering, blow up, ngelayout, desain, meeting, material, kedinginan karena Ac, ditegur, terlambat, ditanyai-tanyain, ke warung, nglembur, kangen teman di solo, NPM, Project Visit, Jalan-jalan. Namun lama-lama seperti ada yang kurang. Yang saya rasakan seperti membebani Parametr dengan kinerja saya yang lambat sedangkan saya dan teman-teman magang sudah seperti dianggap keluarga sendiri.

Bamboo Biennale 2016 di Surakarta – Berpulang untuk bertanya

anemuka-2

Parametr memberi kesempatan saya untuk mewujudkan proposal instalasi saya di Bamboo Biennale 2016 Surakata. Saya bisa bertemu teman-teman dan mewujudkan karya saya. Dari sini saya sangat mengucapkan terimakasih pada Parametr yang telah membantu saya mewujudkan karya saya, dan saya tidak tahu harus berbuat apa untuk membalas kebaikan Parametr. Setelah itu saya merasa tidak enak apabila menjadi beban di kantor, maka dari itu saya ingin memberi lebih untuk Parametr. Dan dari sini saya merasa saya bukan apa-apa jika karena Parametr. Untuk itu saya mencoba memberi timbal balik kepada Parametr dalam bentuk waktu. Oke waktu sudah saya berikan, namun satu hal yang saya sadari kurang sekali adalah dalam hal bertanya. Ya saya kadang lupa posisi saya adalah anak magang yang seharusnya haus akan bertanya. Dan membalasnya dengan berterimakasih dan memberi timbal balik dengan ilmu yang telah diberikan oleh Parametrian.

Saya menyadari, kunci untuk belajar di Parametr adalah seperti yang telah saya dan Mas Riyan obrolkan  yaitu

Ibaratkan 2 Gelas yang saling mengisi satu sama lain, seberapa banyak hal yang bisa kamu dapat tergantung dari seberapa banyak kamu mengosongkan ruang dalam gelasmu – Mas Riyan

Mulai dari situlah saya mencoba untuk memberi ruang untuk ilmu yang Parametr ingin berikan, seperti memberi waktu lebih berada di kantor, berinteraksi, berbagi pengalaman, melupakan idealis dan pikiran-pikiran ruwet mahasiswa, menuruti arahan desain Prinsipal dan Senior dengan memberi Alternatif desain, ngelembur, dll. Dari proses itulah saya mendapat pelajaran yang banyak.

Dan setelah saya mencoba membuka diri dan memberi ruang untuk Parametr mengisi diri ini saya mendapat banyak hal selain di bidang Arsitektur. Mungkin beberapa kata dibawah ini adalah hal yang perlu di resapi oleh anak-anak magang yang saya dapat dan coba saya terapkan. Mohon maaf jika kata-katanya kurang saya ingat ya hehe.

“1+1+1+1 akan menjadi 4, lakukan, lakukan, lakukan dan lakukan maka akan menghasilkan tujuanmu “– Mas Pandu

“Untuk menjadi seorang Arsitek yang perlu kamu lakukan di awal adalah mengerti desain baik secara detail maupun luas” – Mas Tomy

“Mahasiswa yang benar adalah mahasiswa yang mempertanyakan akan menjadi apa setelah lulus nanti? Akankah tetap berjalan di jalan Arsitektur? Setelah mengetahui beginilah dunia kerja” – Mas Kano

“Yang penting dilakukan dengan Ikhlas, maka semuanya akan berlalu” – Mas Supar

“Jangan sia-siakan 6 bulanmu disini, dengan menjadi dirimu yang sama” – Mas Gyras

“Balaslah kebaikan orang dengan tindakan tidak pekewuh, orang tidak membutuhkan rasa pekewuh itu, yang diperlukan orang adalah memberi dengan apa yang kamu bisa” – Dias

“Ngelembur adalah keinginan sendiri, jangan kamu paksakan untuk ngelembur “ – Mas Joffi

“Malas adalah suatu tindakan untuk menjauhkan diri dari tujuan” – Mas Ario

“Apa yang kamu beri adalah wujud dari fokusmu” – Mas Harun

Penutup – Akhirnya hanya akan tetap menjadi ‘Terimakasih’

Terimakasih Parametrian yang telah menerima saya di Kantor, saya sangat merasa bersyukur karena banyak hal yang telah saya dapat. Bukan hanya soal Arsitektur, namun pelajaran untuk bertahan hidup, memutuskan untuk memilih jalan dan berbagi pengalaman adalah hal yang mungkin tidak akan saya dapat di kantor lain.

Terimakasih banyak karena Parametr memberi saya kesempatan untuk turut menyumbang Juara di Sayembara Desain Convention Solo

solo2

Terimakasih untuk Mas Ario yang telah mau membimbing saya dan memberi saya banyak kesempatan belajar lebih, Mas Joffi yang mau berbagi sedikit rokok di kantor, Mas Harun yang memberi saya kesempatan untuk merasakan memenangkan Sayembara, Mas Bambi yang memperhatikan saya, Mbak Sari yang masih mau memaafkan saya walaupun telat terus dan berisik di kantor, Mbak Suci yang memberi saya uang setiap tanggal 25, Mbak Yessi yang mengajarkan tentang interior, Mas Andri yang berbagi keceriaan di kantor, Mas Supar yang sering bertanya dan menghibur, Mas Tomy yang memberi arahan desain dan cara dalam menghadapi masalah mengerjakkan sesuatu, Mas Ali yang sense dalam touch up, Mas Riyan yang selalu mau mengajarkan CAD, Mas Kano yang menghibur dan memberikan arahan yang jelas, Mas Pandu yang sering menanyakan kesehatan, Mas Ibnu yang selalu mencoba untuk diingat, Mas Roby yang memberi kenyang, Mas Sugeng yang sudah bercerita tentang pengalaman dan perjuangannya, Mas Gyras yang mau menemani ngobrol dan berbagi, Dyas yang selalu membagi cerita.

Makasi buat Danang Lisa, Monic, Sukses diluar gaes

Buat Pingki dan Nia, jalani aja gaes kali aja nyaman 🙂

untitled-1

Terimakasih Parametrian atas semuanya, mohon maaf bila saya banyak salah dan bertindak. Tetap seperti keluarga yang kompak ya. Saya Pamit

Back To Top