skip to Main Content
WhatsApp-Image-2019-09-13-at-12.41.08-1

Masih menjadi misteri kenapa gua bikin judul ini, mungkin cuma jadi reminder kalau gua selesai magang waktu lagi viralnya Bima sama Ayu gara-gara ngerender di desa penari…. ngerender apa nacap dahh? dari sekian panjang ceritanya itu doang yang gua inget…

Masih menjadi misteri juga apa hikmah yang bisa dipetik dari blog gua hehe… tapi gua coba sharing apa yang terjadi selama 6 bulan magang di Studio Sae….

Mungkin semua berawal dari kegagalan gua skripsi di semester lalu, di situasi yang sulit itu gua coba buat perbaiki keadaan dengan apa yang bisa gua perbuat saat itu. Waktu itu ada 2 pilihan, pilihan pertama gua tidur-tiduran dirumah sampe sidang semester depan atau gua nikah muda sama anak orang kaya… jahhh boro-boro nikah muda toga aja ga punya (ga usah dipikirin ga ada hubungannya)… jadi kesimpulannya gua ambil pilihan pertama, bukan nunggu sidang semester depan tapi nunggu panggilan magang karna gua udah ngirim lamaran di beberapa studio yang lagi buka program magang pada saat itu.

Cukup lama gua nunggu panggilan sampe tidur aja gua udah males, tapi akhirnya ada 1 studio yang menerima gua dengan lapang dada (dan mungkin mereka menyesal menerima gua, tapi yaudahlah yahh)

Hari pertama gua masuk di Studio Sae gua langsung diperkenalkan dengan semua aturan yang ada di rumah gerbong dan siapa saja yang ada di dalamnya. Orang pertama yang gua kenal adalah Mas Alvin (koordinatornya koordinator magang), kemudian ada Mba Sari (penyelamat wong Sae diakhir bulan), ada Mas Bamby (Sang penanggung dosa wong Sae), Mas Tomy (abang-abangan anak magang nihh), Mas Pandu (manusia super canggih asli), Mba Indi (penampung aspirasi anak magang, idup anak magang!!!), Mas Rian (pembuka sesi curhat ttg wanita), Mas Supar (Pria kecil dengan beban yang besar), Yoni ( Sang Mahasiswa, Yoon yoonn gua aja keluar dari kampus sampean malah masuk kampus), Santoso (sekarang lagi buka usaha 3D printing gahiis), Kukun (Ahli Kurva S jangan lupa ingetin mas Supar Kun hehe), Mas Adryan (Running man keren nihh), Mas Kano (Penguasa Peopole), Mas Robby (sosok yang sangat dibutuhkan untuk kelangsungan hidup wong Sae), Mba Yani (pribadi yang memberikan kehidupan wong Sae), dan yang terkhusus Mas Ario (Our Big Boss)

Gua akan cerita tentang pengalaman magang dari setiap proyek dan kegiatan” di Studio Sae karena setiap proyek ada kisahnya masing”.

Seminggu pertama seperti biasa gua orientasi pendidikan dulu nih soalnya kalo langsung proyek takut kaget trus minta pulang. Disini gua di mentoring sama mba Indi awal” kayak daun masih ijo banget baru belajar ngerender, touch up dan lain” hehehe….

Ini produk yang gua hasilkan saat orientasi, okelah yaaa masih bisa dikonsumsi…

Setelah masa orientasi yang menyenangkan selesai masuklah gua ke dalam lingkaran lembur yang jauh lebih menyenangkan Proyek perdana ini masa” yang sulit buat gua harus menyesuaikan kemampuan pribadi dengan target dan standard dari kantor. Ini proyek yang bikin gua hampir disuruh pulang sama mas Ario gara” kerja gua lambat, dengan revisi tiap menit oleh mas Bamby juga, pokoknya gua di keroyok sama mas Ario dan mas Bamby waktu itu, sebulan pertama gua udah berharap waktu cepat berlalu biar gua cepet kelar magangnya. (But winner never quit -pro mild).

Proyek selanjutnya itu nihhh Villa Sulung yang di in charge mas Alvin, proyek yang telah memakan banyak korban (korban psikis wkwk). Setiap anak magang yang terlibat di proyek ini pasti punya ceritanya masing” bgtu pun dengan gua. Dimana gua stuck ga tau harus di apain lagi biar produknya bisa di terima dengan iklas oleh mas Ario hehehe…

Yang ini Namanya Disrupto di Plaza Indonesia proyek ini di in charge sama mas Pandu (awalnya tapi karena ada proyek lain beliau di hibahkan tanganin proyek lain) dan mba Indi satu”nya arsitek cwe di Studio Sae. Di proyek ini seakan keadaan mulai membaik dimana hasilnya mulai bisa di terima dengan lapang dada oleh mas Ario wwkwk tapi tetep aja ada revisi.

Baru ada lagi proyek yang bikin gua dan beberapa anak magang lain 2 minggu lembur mulu. Ini proyeknya di in charge sama mas Rian yg kalo malamnya minta saran apa yang harus diperbuat dengan hubungannya wkwkw yah mas boro” hubungan orang lain gua aja ga terhubung-hubung iniii.

Daann ini mungkin proyek yang paling lama gua jalanin di Studio Sae yaituu Sayembara Ragunan yang di in charge sama mas Tomy selaku abang-abangan. Ini kerjaan gua di kantor yang paling santuuyyy, krna santuyy nya gua di ruang hampa (ruangan khusus buat sayembara) bisa gantian tidur sama William jadi kalo ada yg naik ke ruang hampa bisa bangunin yang tidur.

Ini nihh ruang hampa tempat Bima dan Ayu menjalin hubungan gelap….

Jadi awal seperti biasa dalam proyek kita survey duluu…. Ia ini foto gua tengkiuu will jepretannya

Yang  survey ada mas Tomy (Architect in charge), Mas Alvin (Koordinator Sayembara), Mas Adryan (Desain Grafis), William (magangersae) dan Anthonius Reinhard yang punya Dadar Architect…. (canda baaang).

Seperti yg gua bilang gua cukup beruntung banyak terlibat di sayembara ini karena bisa di bimbing sama mas Tomy jadi sedikit banyak gua belajar tentang apa yang ada di pikiran mas Tomy, sebuah pemikiran yang “Ya udah gitu” tapi ya bisa ngebuka mata gua tentang langkah yang bisa gua ambil ke depannya.

Buat rekan rekan magang yang tersisa ada Ghina, Dika, dan Luthfi selamat menikmati keindahan deadline ya gaiss, ingatlah winner never quit kalo kata pro mild

Dan mungkin yang terakhir ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kesempatan belajar dan berkembang di Studio Sae,

Terima Kasih Mas Ario atas semua bimbingan, arahan, doa dan kesempatan untuk memulai step awal berarsitektur di Studio Sae, Kepada mba Sari yang sudah memberi kehidupan selama 6 bulan ini hehe, Mas Bamby, Mas Tomy, Mas Pandu yang sudah memberikan bekal buat perjalanan karir saya kedepannya, besar harapan saya menjadi seperti beliau” ini njaayyy, Mas Alvin & Mba Indi duo koordinator yang selalu harmonis 🙂 , Mas Rian yang banyak cerita menarik wkwk, Mas Supar manusia terkuat dibumi semangat mas, Kukun, Yoni, Santoso trio banjar terima kasih buat keseruannya di studio Sae, Mas Adryan makasih ilmu illustratornya mas, terima kasih juga buat mas Kano biar jarang ketemu tapi selalu asik kalo ketemu wkwk, Mas Robby makasih buat snack sore yang selalu kami tunggu heheh, dan kepada Mba Yani terima kasih untuk makanan” nikmat setiap hari buat anak kos ini…

Terima kasih atas segalanyaaaa….. sukses buat semuanya

13 September 2019

Reinhard Jeremi Elkanatane ( Universitas Budi Luhur)

Back To Top