skip to Main Content

Kemewahan di tengah Kepadatan

Kepadatan penduduk pada kota Jakarta makin lama makin bertambah. Lahan-lahan kosong dibangun dan penghijauan dianggap sebelah mata. Tampak seperti hutan beton dan semen, bentuk-bentuk solid fisik ini memenuhi kota menjadi sedemikian padat.

Namun di tengah-tengah kepadatan yang terjadi, dapat kita temui kemewahan tersirat pada hutan beton tersebut. Kemewahan itu adalah void. Void adalah ruang kosong. Tidak semua orang mampu mengadakan sebuah ruang kosong di antara kepadatan.  Bahkan yang seharusnya dilakukan adalah memanfaatkan setiap ruang dengan maksimal agar kepadatan dapat tersebar dengan baik.

Rumah Gerbong mampu memberikan kemewahan tersebut. Void tercipta dari variasi denah lantai 1,2 dan 3.

Kemewahan sebuah void pada ruang kota tercermin dari bagai mana sebuah void diolah menjadi elemen alam/natural dalam rumah. Sirkulasi udara terjadi dan menyebar pada ruang-ruang di dalam rumah sehingga pertukaran udara menghasilkan udara yang segar. Sinar matahari pun dapat dinikmati dan juga memberikan pencahayaan alami bagi ruang-ruang tertentu. Ditambah dengan vegetasi-vegetasi yang ada, suasana alami masih dapat dirasakan ditengah-tengah permukiman kota.

Kemewahan void terlihat juga dari bagai mana dampak void tersebut menghilangkan ruang dan fungsi. Ruang yang seharusnya dapat ditambah pada denah lantai 2 dan 3, ditiadakan menghasilkan void tersebut. Padahal, dengan adanya ruang-ruang tersebut, dapat dijadikan sebagai fungsi kanopi pada elevasi lantai sebelumnya yang mungkin dapat membantu menghalangi air hujan masuk ke dalam area rumah.

Dari observasi ini, dapat disimpulkan, bahwa Rumah Gerbong memberikan penghuninya sebuah kemewahan di tengah kepadatan. Kemewahan yang belum tentu mampu diberikan oleh rumah-rumah mewah nan indah, namun kemewahan yang mampu mengadakan void dan memberikan kapasitas alam di tengah perkotaan.

 

Oleh : Felita Valeria

Back To Top