skip to Main Content

Judul ini dipilih selain karena kebingungan dengan pemilihan judul yang akan digunakan, “ini Judulnya Belakangan” juga merupakan sebuah judul lagu dari Nosstress yang liriknya bisa menggambarkan asalku sebelum magang di Studio Sae.

Di hari pertama masuk, pada hari senin di kantor selalu diadakan PM (Project Meeting) yang ngebahas tentang project-project yang akan dikerjakan minggu ini dan pada kesempatan itu aku diperkenalkan sebagai calon magangersae, kenapa calon? Karena di minggu pertama harus ngelewatin orientasi dulu. Di orientasi ini bakal disuruh latihan coloring denah, modeling, touchup, dan lain sebagainya sesuai standar yang berlaku di kantor. Orientasi ini juga sebagai latihan awal supaya ga ‘kaget’ saat nanti dikasi kerjaan. Next, setelah PM tadi, anak magang biasa dikumpulin di ruang hampa (ruang yang biasa dihuni sama anak-anak magang yang sedang ikut sayembara) untuk ngebahas apa aja yang udah dikerjakan minggu lalu dan yang akan dikerjakan pada minggu ini bersama koordinator magang dan anak-anak magang yang pada saat itu masih ada William, Ayu yang ternyata kating di universitas yg sama tapi baru kenal disini, Reinhard yang pada saat itu udah mau lulus kuliah dan Ghina yang se-angkatan.

Meeting Magang

Setelah beres sesi curhat di ruang hampa, aku diajak keliling rumah gerbong untuk dijelasin ada apa aja sih disini, trus aturan-aturan yang harus dipatuhi selama disini sekaligus kenalan sama seluruh staf Studio Sae, ada mas Alvin koordinator magang juga yang kontak-kontakan sebelum mulai magang dan ternyata kating satu univ, mas Pandu yang emang keliatan pinter dari penampilannya dan memang begitu adanya, mas Ryan yang keliatan berwibawa ternyata engga hahaha, trio Banjar a.k.a draftsman Santos, Kukun, Yoni yang di awal ketemu manggilnya “mas” ternyata seumuran, mas Supar the contractor yang keliatannya kalem banget dan ternyata emang super kalem dan sabar, mba Sari yang mengurusi bagian administrasi di kantor, mas Adriyan jagoan grafis di kantor ini, mas Robby yang selalu terlihat ceria, dan mba Yani yang bakal masak siang-malam selama hari kerja.

Di minggu pertama magang, seperti yang udah ku jelasin sebelumnya bakal ngelewatin dulu masa orientasi. Setelah masa orientasi masa permagangan yang sesungguhnya dimulai.

Di bulan pertama magang, aku berkesempatan buat ngebantu mas Supar di project rumah tinggal 1 lantai sederhana yang ternyata tidak sederhana sama sekali dalam prosesnya. Mulai dari re-modeling di sketchup dan mengembangkan desain yang sudah ada sebelumnya dan diasistensikan langsung ke mas Ario,

Membantu Kukun memperbaiki gambar kerja sesuai desain yang sudah dikembangkan.

Membuat presentasi yang digunakan untuk meeting, ikut meeting bersama owner, mas Supar selaku kontraktor dan juga bersama mas Ario hamper setiap minggu.

 Sampai dengan menghubungi supplier dan meminta pengajuan penawaran, berkunjung ke project, buat alternative desain fasad, wc, ruang laundry, tempat wudhu, gitu terus sampe projectnya selesai kebangun selama 6 bulan. Dari rumah tinggal ‘sederhana’ itu aku banyak belajar tentang banyak hal, dan berhubungan dengan banyak orang dari berbagai kalangan, keren.

Yang pasti selama aku ngerjain project itu aku dituntut ga cuma fokus ke satu project itu sih, Selama mengerjakan project rumah tinggal tadi, banyak ngebantu diproject lainnya, dikit-dikit tapi pusing juga.

(Ilustrasi orang pusing)

Sampai pada bulan ke-3 datang seonggok project taman di dua site yang berbeda pada daerah Cipayung dan yang diberi kesempatan buat mengerjakan aku dan gina.

Di awal, kami dibrief oleh mas Ario mengenai site, luasan, budget, dan dibekali selembar coretan seperti ini:

Yang harus kami terjemahkan dalam bentuk desain berdasarkan kebutuhan dan budget yang sudah ditentukan. Di minggu pertama bingung harus mulai dari mana dan harus bagaimana dan akhirnya hasilnya jauh dari ekspektasi, yaudah lembur di hari sabtu buat memperbaiki desain sebelumnya dibuat. Tapi hasilnya masih jauh dari ekspektasi. Pada akhirnya mas Tomy dan mas Pandu turun tangan buat ngebantu desain taman ini biar keren dan layak dipresentasikan. Terimakasih mas hehe. Selanjutnya, kami mengembangkan desain yang sudah dibuatkan oleh mas Tomy dan mas Pandu, dibuatkan presentasinya untuk dipresentasikan setiap minggunya di kantor pengelola dan akhirnya dapat dipresentasikan pada FGD2 di hadapan warga sekitar.

Gina dan mas Kano yang saat itu bertugas sebagai konsultan sosial yang bertugas mempresentasikan pada FGD kali ini. Aku lanjut bantu project yang lain aja hehe.

Setelah FGD 2, datanglah data topografi yang merubah beberapa hal dalam desain sehingga harus dilakukan penyesuaian. Yauda dikerjain, revisi, kerjain lagi, revisi lagi, lembur, lembur ditemani gina, lutfi pada saat itu bekerja menyiapkan data presentasi, video,dan maket sampai akhirnya hari-H FGD 3 dan berkesempatan untuk ikut ke lapangan dan membantu saat presentasi dihadapan warga bersama mas Ario, mas Kano, dan Yola.

(makan-makan isi tenaga)

Seminggu setelah FGD 3 berlalu tepatnya di bulan ke-4, dari sebelumnya ditugaskan untuk mendesain taman di Cipayung, aku berkesempatan untuk ikut di seyembara Taman Benyamin Sueb bersama Luthfi yang dibimbing oleh mas Pandu dan bekerjasama dengan DAW architect dan mas Nanang yang bekerja di singapore. Awalnya aanwizjing dulu sambil survey bareng mas Luthfi juga dari DAW architect.

Setelah itu yauda dikerjain sambil brainstorming bareng di ruang hampa dan setiap minggu meeting & brainstorming bareng.

(pesta di hari terakhir ngerjain)

Sampai akhirnya kelar, print, kumpulin (hasilnya cek ig @studio_sa_e), lega, balik bantuin project taman lainnya di Bogor, selang seminggu dapet kabar kalo lolos penjurian 5 besar dan harus presentasi di depan dewan juri dan pak Anis Baswedan 5 hari lagi, yauda panik lagi.

Video call bagi-bagi jobdesc.

Ngerjain video, Ngerjain Maket, Berangkat.

(Taman Benyamin Sueb keren)

Iya, mereka yang berangkat. Aku? lanjut project taman lainnya di Bogor. Tapi sayang sekali belum bisa dapet juara. Tetep semangat mas-mas!

                Pada akhir bulan ke-5, kebetulan gina selesai magang secara premature karena sesuatu dan lain hal. Akhirnya aku dapet kesempatan buat meneruskan sayembara bundaran HI yang sudah dikerjakan oleh gina. Pada sayembara kali ini aku bekerjasama dengan mas Anton Siura dan mas Alvin. Yauda kerjain, paneling, dibantu yola juga pada akhirnya, kelar, kumpul, lega.

(ngumpul dengan gesture tubuh “minimal juara dua”)

Namun, sayang sekali desain sayembara bundaran HI tidak lolos ke tahap presentasi. Padahal keren (cek di @studio_sa_e)

Pada minggu terakhir magang, lanjut project lagi lah sampai akhirnya farewell,

dan lanjut ngerjain project lagi. Tamat. Yee

Selain cerita project di atas, banyak juga non-project yang dikerjakan dan kegiatan lain sebagai refreshing ditengah tuntutan deadline project. Seperti..

Dan banyak hal lagi yang dilalui tapi lupa didokumentasikan

Sebagai penutup dari tulisan ini, saya I Made Dwi Putra Mahardika meminta maaf sebesar-besarnya atas segala kesalahan yang pernah saya lakukan baik sengaja maupun tidak sengaja dan mengucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya yang pertama saya tujukan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkat dan rahmatnya yang telah diberikan-Nya, sehingga penulis diberi kesehatan dan mampu menyelesaikan program magang di Studio Sae

Terimakasih kepada mas Ario selaku principal Studio Sae yang sudah memberi kesempatan bagi saya sebagai praktikan melaksanakan permagangan di Studio yang keren ini selama 6 bulan dan telah memberi banyak pelajaran disini.

Terimakasih kepada mas Bamby, mas Tomy, dan mas Pandu yang udah bersedia diganggu dengan beberapa pertanyaan yang terkait dengan project, mulai dari pertanyaan bodoh, sampai dengan pertanyaan yang memang layak dipertanyakan hehe.

Terimakasih kepada mas Supar Sokoguru yang sering membagikan ilmunya selama bekerjasama di project rumah tinggal ‘sederhana’ di awal permagangan.

Terimakasih kepada mas Alvin dan mba Indi selaku coordinator magang yang selalu akur disetiap kesempatan, sudah mengkoordinasikan dan menjadi tempat curhat sehingga dapat menyelesaikan magang selama 6 bulan ini dengan riang gembira.

Terimakasih kepada geng banjar Santos, Yoni, Kukun dan Bosnya mas Ryan, yang udah jadi temen sepermainan dan perjoggingan pada jumat malam di GBK. Selain diajarkan tentang dunia per-CADan, juga telah memberikan panggilan kesayangan seperti sidik, maidik, Mahardika collection, dan lain sebagainya.

Terimakasih kepada mba Sari selaku admin yang sudah banyak membantu saya terkait surat menyurat dan mengingatkan terkait kedisiplinan dan memberi sesuatu yang tidak pernah diberikan oleh siapapun setiap tanggal 25 di Studio Sae kecuali mba Sari.

Terimakasih kepada mas Robby sebagai penyedia segala hal yang terkait dengan kantor, dan datang dikala lapar pada sore hari menerjang, mas adriyan yang banyak mengajarkan dunia grafis dan per-layoutan, juga mba Yani yang senantiasa memasak siang-malam dan mas Kano yang sedang menjalankan tugasnya di Peopole.

Tentu saja terimakasih kepada semua anak magang (William, Ayu, Reinhard, Ghina, Luthfi, Yola, Raisa) yang sempat dan masih bekerjasama dan berdinamika pada masa magang ini baik di kantor, maupun luar kantor sampai tulisan ini dipublikasikan hehe. Semangat yak!

Yang awal masuk berada di dalam ragam perbedaan..

(awal-awal)

Sampai keluar sebagai minoritas. Semoga dapat bertemu lagi di lain kesempatan. Terimakasih !

Selamat berlibur man-teman. Selamat natal dan tahun baru.

(hepi holide!)
Back To Top