skip to Main Content
BINTANG

Editor: Alvin Praditya.

Penulis: Desy Pertiwi MagangersSA_e #2 Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

Team Studio SA_e di Pasar Papringan yang terletak di Desa Ngadiprono, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung.

Event ICVR #3 (The 3rd International Conference on Village Revitalization 2018) berlangsung pada 22-25 November 2018 merupakan gerakan revitalisasi desa untuk berkumpul di desa Ngadiprono, Temanggung, Jawa Tengah. Pak Singgih sebagai pencetus event ICVR #3 turut mengajak para arsitek untuk berkolaborasi dalam event ini, diantaranya Studio SA_e Urban +, Arkanoma X Nicholas, Arcadia, Budi Pradono Architect.  Event yang diadakan ICVR #3 meliputi, Homestay Tambujatra, Pameran, Pasar Papringan, Workshop dan Seminar. Salah satu rangkaian acara yang dihadiri oleh tim dari Studio SA_e adalah Pasar Papringan. Berada di Dusun Ngadiprono, Pasar Papringan menjajakan beragam kuliner lokal maupun hasil bumi seperti sayuran dan ternak dan lainnya yang disajikan dengan tradisional, ada pula jasa pijat, potong rambut, pertunjukan budaya serta permainan tradisional. Terletak ditengah kebun bambu yang rimbun dan sejuk menjadikan pasar ini terkesan alami dan nyaman. Untuk bertransaksi harus menggunakan uang ‘pring’ yaitu kepingan uang yang terbuat dari bambu. Pasar Papringan dibuka setiap hari Minggu Pon dan Minggu Wage pukul 06.00-12.00 WIB.

Foto bersama Sisca selaku Ketua Panitia Event ICVR#3 dan Suasana Pasar Papringan.

Studio SA_e dalam hal ini juga berkesempatan untuk berkontribusi secara langsung dalam memberikan gagasan desain terhadap renovasi Homestay Tambujatra (Taman Bambu Jalan Trasah) pada Omah Mbak Sanah dan Omah Pak Jamil dalam event ICVR #3. Selain menikmati suasana di desa, dapat juga berbincang santai serta berkegiatan bersama warga, para pegiat, praktisi, pemikir dan institusi-institusi terkait dengan aktivitas revitalisasi desa sekaligus merayakan keistimewaan desa.

Papan nama Omah Pak Jamil dan Omah Mbak Sanah dilengkapi dengan team yang mendukung proses renovasi.

Dalam proses desain renovasi Homestay Omah Mbak Sanah dan Pak Jamil menekankan konsep kolaborasi antara tim Studio SA_e dengan pemilik homestay. Proses desain memanfaatkan material lokal serta mengacu pada konstektual desa. Terdapat beberapa pertimbangan yang membuat Studio SA_e menyiapkan berbagai alternatif desain. Hal ini cukup menarik dikarenakan terdapat beberapa permintaan yang spesifik dari Mbak Sanah dan Pak Jamil selaku pemilik homestay. Selain itu kolaborasi yang terjadi dengan pemilik homestay juga memberikan banyak ide-ide tambahan guna memudahkan dalam proses pengerjaan dan memanfaatkan waktu yang cukup singkat dan sebaik-baiknya. Ruang-ruang yang akan direnovasi pada Rumah Mbak Sanah meliputi Kamar Tidur, Dapur, Ruang Makan dan Kamar Mandi. Sedangkan pada Rumah Pak Jamil bagian yang direnovasi yaitu Kamar Tidur dan Kamar Mandi.

Diskusi antara Tim Studio SA_e dan Koordinator Homestay Tambujatra.

Tim Studio SA_e saat melakukan survey di Omah Pak Jamil.

Kamar Tidur Omah Mbak Sanah setelah dan sebelum di renovasi.

Dapur dan Ruang Makan pada Omah Mbak Sanah sebelum di renovasi.

Dapur dan Ruang Makan pada Omah Mbak Sanah setelah di renovasi.

Kamis 22 november 2018 berlangsungnya salah satu rangkaian dari acara ICVR #3 di Dusun Ngadiprono, studio SA_e sebagai kolaborator di undang untuk menemani pemilik homestay dalam kegiatan Village Tour 1 & 2 Pre – Conference Project Tambujatra serta melihat proses pembangunan homestay yang sedang berjalan.

 

Suasana Kamar Mandi pada Omah Mbak Sanah sebelum di renovasi.

Suasana Kamar Mandi pada Omah Mbak Sanah dan Omah Pak Jamil setelah di renovasi.

Perabot yang terdapat pada Omah Pak Jamil dan Omah Mbak Sanah terbuat dari material lokal berupa bambu, batu kali dan pecahan dari genteng kebumen.

Renovasi pada Homestay Tambujatra menggunakan kerajinan yang dibuat oleh warga setempat dengan material lokal bambu dan dijadikan perabot pada ruangan yang ada pada Omah Pak Jamil dan Omah Mbak Sanah.

 

Proses Pengerjaan renovasi pada Omah Pak Jamil dan Omah Mbak Sanah.

Proses pengerjaan Homestay dilakukan oleh tukang dan dibantu oleh warga setempat yang menggunakan material lokal yaitu bambu, batu kali dan pecahan genteng kebumen. Proses pengerjaan homestay selama 2 bulan, selama proses pengerjaan dipantau oleh Panitia Homestay Tambujatra dan Tim Studio SA_e.

Photo Credit: Ario Andito, Anis Lutfianto, Alvin Praditya, Subiakto, Zenry.

Back To Top