skip to Main Content
1

Selamat pagi,

Siang,

Sore,

Malam,

Pengenalan darinya, kepada dunia, untukku.

Selama mata terpejam, banyak rima terbentuk yang kemudian tersusun menyusuri puncak-puncak horizon sehingga perlahan terbentuk bait-bait pemecah keheningan ruang hampa. Tanpa disadari perpaduan kepiawaiannya mampu untuk terus melambung tinggi walaupun ia sedang berada dititik terendah.

Tanpa disadari saat sang netra terpejam, banyak indera yang lain terbangun karenanya sehingga setiap kerlingan yang diciptakannya dapat dirasa oleh indera lainnya. Memang dunia ini kadang menjemukan sekaligus memabukkan dalam satu teguk, contohnya saja ketika hadir seringainya, hadir pula kesenyapannya. Apa yang dicari sebenarnya? Garis finish atau tongkat estafet? Semua masih tersimpan saat pertemuan terakhirnya.

Tuturnya jelas namun seringkali terbatas, entah apa yang dipikirkan asmpai-sampai terasa buntu. Pertemuan antar musim menunjukkan kedekatannya akhir-akhir ini yang membuat semua merasa menjauh dari apa yang dihampiri sebelumnya. Semakin hari bertambah kedepan yang pada akhirnya angan-angan tentang paruh waktu bercengkrama semakin samar.

Akhirnya sampai pada penghujung waktu dimana pribadi harus bersikap untuk melangkah meninggalkan atau berjalan ditempat sembari menepi sesekali menata perangai burukku untuk tidak berseteru dengan damai. Sampai kedua tangan temaram, kedua kaki lebam, sampai kedua mata terpejam, sampai kepala mengerang, mungkin disitulah saat yang tepat untuk mengheningkan cipta.

Dimulai.

Dan.

Selesai.

Credit,

And,

Thanks to,

Allah,

Orang tua,

Tania,

Mas Ario,

Mas Bemby,

Mba Sari,

Mba Toti,

Mas Tomy,

Mas Pandu,

Mas Kano,

Mas Supar,

Mas Riyan,

Mas Alvin,

Mba Indi,

Kukun

Santos

Yoni

Jacob

Ashir

Bunga

Raissa

Yola

Dika

Ghina

🙂

Hafian Luthfi,

Universitas Parahyangan

Back To Top