skip to Main Content
WhatsApp Image 2018-05-11 at 10.25.58

Here it is. It took hours for me to write.

Studio SA_e – Beyond Architecture

Kerja Praktik atau magang merupakan salah satu persyaratan dalam perkuliahan yang harus ditempuh mahasiswa untuk menuju jenjang selanjutnya. Yang artinya magang itu hanya dijalani oleh mahasiswa/mahasiswi perkuliahan. Tapi waktu itu, tepatnya bulan Oktober 2017, saya Olvi Palwa Putri, lulusan arsitektur Universitas Sriwijaya memutuskan untuk mengambil magang di Studio SA_e. Dan Kebetulan saat itu saya mendapatkan respon yang positif dari Studio SA_e. Alhamdulillah I have a chance!

Ngapain sih magang lagi? Kenapa gak langsung kerja aja?

Entah kenapa waktu itu saya merasa belum pede untuk berkecimpung di dunia pekerjaan khususnya di arsitektur. Jadi saya memutuskan untuk mencari pengalaman yaa dengan magang ini. Dan I want to prove ‘Am I really into Architecture?’

Awal masuk Studio SA_e saya merasakan environment yang sangat humble. Semua orang disini ramah sekali. Dan ketika itu semua orang berbahasa jawa, dan saya hanya bisa terdiam, hingga saya ditanya ‘bisa bahasa jawa enggak?’. I don’t mean to be racist, but it’s been a long time I haven’t heard such a soft voices. Well, as Sumatra people I said I can’t. Dan akhirnya semua orang memutuskan untuk berbahasa Indonesia.
Tapi itu bukan point terpenting dari tulisan ini.

Ketika saya melaksanakan program magang, anak magang diberikan 4 jenis project, yaitu:
real project
social project
sayembara
project kecil-kecilan seperti nomor rumah, dll.

Let me tell you!
Here is one of them. Jadi tugas anak magang di real project itu adalah kita membantu karyawan2 di Studio SA_e untuk project-projectnya! I would not tell you all of them, but here is the projects I have helped for:

 

Ini diaa coloring dari awal2 aku belajar dari Mas Kano (karena memang dia yang handle anak magang) dan sampai akhinya I could match the colors.

‘Attitude is everything.’ Kata-kata itu yang selalu terngiang ketika saya desain fasad ini. Saat saya mengerjakan ini, saya bukan hanya belajar untuk bekerja, tapi belajar untuk memiliki pola pikir yang baik dan pola kerja yang baik juga. This is one of the reasons I’m proud of being here. Yup! Kita diajarkan untuk ber’attitude’ yang baik. Awal mula mengerjakan ini, saya kaget sekali karena cara kerja saya masih terlalu lambat dan tidak berpola, tetapi Mas Ario mengingatkan saya bagaimana cara kerja yang baik. Thank you, Mas Ario!

 

 

Kalau yang ini proses desain eksterior wedding hall. Waktu itu saya bantu Mas Tomy membuat beberapa alternative sampe final design nya alias sampai clientnya agree sama desainnya. Thanks for the experience Mas Tom!

  

Ini project desain Interior di Bintaro Apartment, saya mengerjakan ini dari awal sampai akhir. Untuk progress project ini, ketika itu saya membantu Mas Bamby. Excited sekali dapat project desain interior apalagi bisa mengerjakannya dari awal. Awal mula mengerjakan, saya baru peka terhadap estetis, tapi tidak untuk skala, dan belum terlalu detail dengan hal-hal kecil yang sebenarnya perlu kita ketahui untuk mendesain interior, seperti halnya kegiatan-kegiatan yang bakal dilakuin pemilik ruangan tersebut. Jadi memang ada beberapa hal kecil yang saya lewatkan seperti the needs of shoes rack. Tapi karena komentar-komentar dan detailnya seorang ‘Mas Bamby’, saya bisa belajar lebih jauh. Thank you Mas Bamb!

But, what I always remember the most is this project!

Jadi pada saat itu, Rumah Gerbong akan mengadakan Open House. Wah saya pikir bakal seru banget kayaknya! Pada saat memang ada banyak anak magang, Oliv, Anis, Johnson, dan Indira. Dan masing-masing anak magang diberikan tugas untuk Open House ini. Waktu itu saya terpilih menjadi pengurus bagian Publikasi dan Dokumentasi. Seneng banget rasanya karena itu memang hobi saya.

Sebenarnya saya dari dulu ingin sekali membuat hal hal seperti ini dan I did not know how to digitalize it. Tapi ketika di Studi SA_e, kesempatan itu datang, untuk belajar mendesain karya visual. Dengan bantuan dari mas kano dan coba-coba, alhamdulillah I made a progress. Nggak hanya itu, saya juga belajar untuk bersosialisasi dan juga mengenal banyak orang. Happy to be part of this!

  

End of this blog, saya ingin berterimakasih kepada:

Mas Ario, The Principal who has given me a chance to be part of Studio SA_e for the last 6 months. Dan terimakasih juga atas kritik-kritik dan nasehat mengenai good attitude, nasehat kalau kita harus banyak baca buku-buku khususnya mengenai arsitektur (if you want to be one), dan cara kerja yang taktis. But most of all, the hospitality and foods.lol.
Mas Kano, whom I have stalked the Instagram before I came in and thought you were a criticism one. And in the person, yes, you do! Terimakasih atas semua ilmu-ilmu grafis yang sempat diajarkan yang membuat saya ingin mengembangkannya lagi.
Mas Bamby, Saya nggak tau kenapa mas bamby suka bersin tapi itu tidak terlalu saya permasalahkan sih, yang saya ketahui adalah mas bamby itu orang yang sangat care kepada sekitarnya, yang kalau makan siang suka manggil ke bawah untuk makan. Thank you for being a careful person. Keep it! Dan juga terimakasih sudah mengajarkan autocad dan interior design.
Mas Tomy, I thought you were a careless person, tapi ternyata tidak. Mas Tomy adalah orang yang sangat perduli dan juga kritis. Terimakasih atas kesempatan yang diberikan dalam mendesain eksterior bangunan.
Mbak Sari, mbak sari terimakasih atas nasehat nasehat untuk jadi pekerja yang baik! Dan bulanannya lol
Mas Supar, mas supar terbaik sih emang! Gak ngerti lagi kenapa ini orang baik sekali! Dan more of all orang ini sangat sabar! Terimakasih sudah mengajarkan desain fasad dan car pemasangannya walaupun aku agak lemot. Sukses menjadi kontraktor!
Mas Pandu, This person is so talented that he could master both architecture and IT. Thanks untuk strategis pengerjaan yang diberikan!
Mas Riyan, Terimakasih mas riyan sudah mengajarkan cad! Dan mendengarkan sedikit curhatan saya.
Yoni, Thank for always laughing lol. No. Terimakasih sudah mengajarkan ilmu cad!
Kukun, Thanks for being even existed!
Mas Robi, Terimakasih untuk cemilan-cemilan sore dan antar jemput beli peralatan untuk open house! Tetap ceria!

Ini penting sih! Terimakasih anak magang yang sudah menemani selama ini! Terimakasih atas keceriaan dan kerjasama selama ini! Thank you all Oliv (My Swimming Partner), Johnson (I can’t eat without you), Anis (Kamus referensi arsitektur berjalan), Indi (Yang sangat ambisius dan cukup dewasa), Ade (Adek tingkat yang sangat ambisius dan semangat!), Muchsin , dan Iswandi.

Well, architecture has taught me to translate a design into a visual art. Architecture has taught me how to see a good perspective in an art. Architecture has helped me to translate what is on your mind when you can’t speak. Architecture has helped me to learn spatial and good arrangement which is crucial in digital marketing. Architecture is not always about measurement and structure, it’s beyond what you can see. That is my Architecture.

Back To Top