skip to Main Content

Dalam proses magang selama 6 bulan ini, hanya ada dua konklusi yang dapat terjadi, yaitu antara kamu makin cinta dengan arsitektur atau mulai membenci arsitektur.

Sebagai pembuka, saya tuliskan terima kasih banyak kepada Mas Ario sebagai Principal Studio SA_e dan seluruh Wong Sa_e yang telah memberikan saya kesempatan belajar di Studio Sa_e.

Ternyata benar perkataan yang selalu didapat bahwa berarsitektur di kampus berbeda 180 derajat dengan yang diperoleh di dunia professional. Tarikan garis di dunia profesional tidak sesembarang pada dunia kampus. Ini cerita kecilku mengenai internship selama 6 bulan di studio tercinta, terlucu dan tersarkasm, yaitu Studio SA_E.

Semua dimulai ketika  timbul sebuah dilemma.  Antara  melakukan Internship atau cepat menyelesaikan perkuliahAN strata 1. Akhirnya  dengan perasaan nothing to lose melempar portofolio ke beberapa studio favorit.

Singkat cerita saat kerja praktek di salah satu kantor di Yogyakarta. Lagi asyik kerja tiba-tiba menerima pesan Whatsapp Mas Kano yang masa itu masih menjabat sebagai koordinator  Internship Studio SA_e.

“Selamat pagi Mas Wiliam, masih berminat magang Di Studio SA_e” sebuah pertanyaan kecil tapi sangat berarti.

Tentu saja menerimanya tanpa ada rasa keraguan, alasannya sebenarnya simple, semua studio yang saya lamar adalah favorit, saya merasa bahwa studio mana yang respon dahulu akan saya terima. Tepat sekali Studio SA_e merupakan yang pertama. Seketika merasa sangat yakin bahwa Studio SA_e merupakan tempat yang tepat untuk menghabiskan waktu 6 bulan. Apalagi review dari kakak angkatan yang sangat baik untuk studio ini.

Hari Internship perdana dimulai pada tanggal 18 februari, awal magang sebenarnya agak canggung, beruntung memiliki teman sekampus yang masuknya bareng, begonya bareng, dan kerjanya bareng.

Awal sebagai seorang Interns merupakan masa adaptasi dimana kita bukan hanya mengadaptasi mengenai visi dan misi kantor tapi juga dengan karakter semua karyawan kantor. Karakter teman-teman kantor beragam dan inilah yang membuat kantor ini berwarna, tidak selalu harus energi positif terkadang energi negatif juga harus untuk membuat semua hal seimbang.

Setiap hari Senin terdapat Project Meeting dimana semua Wong SA_e memaparkan hasil dan project  progress mereka. Disini cukup menarik, kita mampu belajar serta memahami cara berfikir dan manajemen Studio SA_e.

Setelah Project Meeting terdapat dua Junior Architects Mas Alpien dan Mbak Indi sebagai koordinator magang, mereka mengkoordinir dan membimbing kami dalam proses magang selama kami di Studio SA_e.

Mas Alpien merupakan salah satu alumni Universitas Atma Jaya Yogyakarta tercinta. Orangnya kocak dan menarik, suka cerita lucu tapi ditambah berberapa bumbu yang sebenarnya agak jauh dari fakta, Mas Alpien sangat pengertian dan ngerti apa yang dibutuhkan anak magang.

Mbak Indi ini merupakan Patner bersama Mas Alpien dalam mengkoordinir para Interns. Bedanya Mas Alpien itu koor diantara koor. Awalnya kesannya Mbak Indi galak tapi lama-lama ternyata lucu dan cair juga. Banyak saran, masukan dan evaluasi yang penting dari Mbak Indi untuk para Interns, sehingga kami mengerti arah perkembangan lebih lanjut saat proses magang berlangsung.

Maaf ya Mas Alpien dan Mbak Indi kalau selama magang ini, saya melakukan blunder, perkataan yang salah serta kesalahan kesalahan lainnya. Terima kasih untuk semuanya.

Proses Internship dilanjut dengan project “real” bareng Arsitek arsitek Studio SA_e. Yup, Real. Project yang berbeda dengan tugas-tugas kampus. Project yang memiliki persentase kemungkinan dibangun. Para Interns turut berpartisipasi pada project yang ada. Aspek ini yang membuat Interns dapat Explore lebih lanjut dan lebih mengerti dunia arsitektur sebenarnya.

Project yang saya bantu mayoritas dari Mas Pandu. Project yang paling berkesan adalah Ruang Publik Setiabudi. Project yang membuat saya pertama kali merasakan stress saat berarsitektur, beruntung saat itu dibantu oleh Interns lainnya diiringi dengan bimbingan Mas Pandu.

Banyak ilmu yang didapatkan Mas Pandu terutama masa masa Sayembara Mars. Kami dibimbing Mas Pandu mengeksplor rancangan abstrak serta software yang sangat asing bagi kami. Dari hasi Explore dan Research yang didapat, akan di aplikasikan menjadi sebuah Design. Hasil yang didapatkan cukup menarik. Mas Pandu juga merupakan seseorang yang ahli di segala hal yang berbau digital.

Review dari Mas Pandu juga sangat berkesan, salah satunya mengenai kesempatan dan kemampuan. Maaf ya Mas Pandu atas kesalahan kesalahan yang pernah saya lakukan, terima kasih banyak Mas Pandu.

Selanjutnya project real dan sayembara yang dibimbing Mas Tomy. Mas Tomy merupakan orang yang sangat kocak, saat bekerja dibimbing dia selalu ada tawa dan candaan yang tiada henti. Yang paling berkesan tentu saja Sayembara Ragunan dimana terdapat titik panik dan barbar, tapi pada akhirnya selesai dan sesuai hasil kerja keras semuanya.

 

Saat dibimbing Mas Tomy,  terdapat banyak saran dan masukan yang saya rasa akan teringat seumur hidup. Banyak kesalahan serta blunder yang terjadi karena kemampuan saya yang masih kurang, tapi semua menjadi sebuah pembelajaran yang sangat berharga. Dengan mengetahui kekurangan, muncul dotrin kecil yang memacu kita untuk bekerja keras dan mengubahnya menjadi lebih baik. Tidak semua orang bisa seperti Messi tapi semua orang bisa mencoba seperti Cristiano Ronaldo. Mas Tomy mengajarkan saya mengenai pentingnya sebuah kerja keras dan usaha.

Maaf Mas Tomi bila saya melakukan kesalahan dan blunder. Terima kasih untuk semuanya mas.

Next, menuju Tim Teknis dan Drafter. Desain tidak selalu berbicara mengenai estetika, teknis merupakan eksekutornya, Terdapat Mas Rian yang mengkoordinir drafter drafter. Terkadang senang mendengar cerita langsung dari Mas Rian karena selalu mengaitkan sisi logisnya dan sisi estetisnya. Mas Rian juga banyak mengajarkan mengenai kitab kuning arsitektur, berisi syarat Technical Drawing tidak akan pernah saya dapatkan di dunia perkuliahan. Paling berkesan adalah saat mendobrak proposal dalam satu malam berbarengan dengan Mas Rian dan Reinhard.

Terima Kasih Mas Rian atas segala bimbingannya, Maaf bila saya ada salah.

Lalu Yoni, drafter dan maba baru yang sangat sangat ramah serta antusias untuk memasuki dunia perkuliahan. Kampus tidak seindah yang dibayangkan, Yon.

Next, Santoso. Drafter yang paling gemar manggil-manggil saat posisi kami lagi serius kerja, ngeselin tapi selalu memaparkan hal bersifat teknis.

Terima kasih Yoni dan Santoso, Maaf bila sering menindas kalian.

Design and build, Mas Supaarr, Mas yang sekali nyelutuk pasti bikin ngakak. Pengalaman paling berkesan adalah saat di ajak keliling proyek Soko Guru. Mas Supar selalu tampak serius bahkan makin serius bila di proyek. Terima kasih Mas atas ilmu dan jalan jalannya. Maaf Bila saya pernah melakukan kesalahan.

 

Terus ada Mas Kukun, Mas yang pendiam tetapi bila ditanya bisa mendapatkan banyak sekali informasi yang bermanfaat. Terima kasih Mas untuk bantuan pengukuran sitenya dan semuanya., Maaf Bila saya pernah melakukan kesalahan.

Di Studio SA_e memiliki  “Graphic Designer” Mas Adryan  yang sangat jenius. Mas Adryan merupakan koordinator sosial Media dan semua hal berhubungan dengan Graphic Design. Para Interns juga sesekali turut membantu Branding Design di sela sela padatnya proyek. Terima kasih Mas atas ilmu AI dan Design, Maaf bila saya pernah melakukan kesalahan.

Tentu bukan hanya saya sendiri yang melakukan Internship di Studio SA_e. Terdapat teman teman Interns lainnya yang seperjuangan, kocak dan pintar pintar

Intern Batch #2 terdapat kak Desy yang juga Alumni UAJY. Selalu berbagi informasi dan ilmu ilmunya

Intern batch #3 Jaki yang imamnya luar biasa, Cahyo yang kreatif dalam segala hal, Reinhard Patner sayembara dan Project, dan Ayu teman sekampus sekaligus Patner berantem

Intern batch #4 Ghina sang ahli RHINO, Dika yang rajin, dan Lutfi yang selalu memiliki cerita tentang Bandung.

Terima kasih semua, kalian membuat hari hari makin indah di Rumah Gerbong.

Sebuah studio tidak mungkin berproses hanya dengan arsitek, selalu ada pahlawan lainnya yang mendukung pondasi sebuah studio.Admin tertegas kita Mbak Sari. Ada rasa sedikit tertekan saat berbicara dengan Mbak Sari, mungkin karena sejak awal telah di doktrin mengenai ketegasan Mbak Sari. Maaf bila ada salah kata dan perbuatan saya Mbak Sari. Terima kasih banyak mbak untuk selama ini.

Terima kasih juga untuk Mas Robi yang selalu respon terhadap segala keluhan anak magang serta Mbak Yani yang selalu memberikan suplai energi berupa makanan yang enak dan nikmat.

Okay, Save the best For The Last.

Arsitektur mulai dari ide dan konsep, sebuah studio memerlukan sebuah ide utama untuk melahirkan serta menyalurkan ide-ide yang lain. Di Studio SA_e terdapat Principal utama yaitu Mas Ario dan Director Associate Mas Bamby.

Mas Bamby, walau tidak pernah membantu Mas Bamby secara langsung tapi beliau selalu memberikan ilmu ilmu random yang ngena, masih ingat pengalaman berkesan ditraktir nasi goreng setelah barbar sayembara Ragunan. Terima kasih mas atas segalanya dan traktirannya. Maaf bila saya pernah melakukan kesalahan ke Mas Bamby.

The Best For The Last, Principal Studio SA_e Mas Ario. Banyak sekali cerita dan inspirasi yang saya dapat dari Mas Ario. Dari yang bersifat secara Arsitektural maupun Non-Arsitektural. Hal yang paling berkesan adalah bagaimana beliau berbagi di orientasi awal, mengenai hubungan arsitek dan bakat. Mas Ario juga terkadang langsung berpartisipasi membimbing proses Design kami di setiap proyek yang kami kerjakan.

Mas Ario adalah sebuah figur yang patut dicontoh. Saat beliau berbicara maupun berdiskusi Passion arsitekturnya  dapat dirasakan secara langsung. Sangat beruntung selama Internship 6 bulan Di Studio SA_e dapat merasakan bimbingan langsung dari Mas Ario. Terima kasih atas segalanya mas. Maaf bila saya ada salah kata dan perbuatan.

….

….

….

….

 

6 Bulan merupakan sebuah kontemplasi atau renungan. Hanya dengan waktu sesingkat ini belum cukup untuk memahami secara luas mengenai dunia professional, namun setidaknya dengan renungan yang dihayati, sudah mampu melihat jauh lebih kedepan.

 

6 Bulan merupakan sebuah paradigma, waktu paling tepat membentuk kembali konsep dasar berarsitektur dan mempersiapkan diri dalam menghadapi realitas selanjutnya.

 

Dalam proses magang selama 6 bulan, cuma ada dua konklusi yang dapat terjadi, Antara kamu makin cinta dengan arsitektur atau mulai benci sama arsitektur.

 

Terima Kasih Mas Ario, Mbak Totty dan Wong SA_e , Saya semakin cinta dengan arsitektur.

 

Sekali lagi, Terima kasih untuk segalanya.

 

Regards,

Wiliam Yap
Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Magangersae Batch #3

 

 

Back To Top