skip to Main Content

Oleh : Savria Vilia Roza

Sayembara arsitek/arsitektur tidak lain adalah sebuah kompetisi, sebuah perlombaan untuk mendapatkan yang terbaik. Pengertian terbaik tentunya sangat relatif, tergantung dari tolok ukur yang digunakan. Ada sayembara yang memilih arsitek terbaik, ada pula sayembara yang memilih rancangan terbaik.(iai.or.id)

VIEW 02

PARAMETR Architectur merupakan firma Arsitektur yang rutin mengikuti sayembara. Antaralain, Sayembara Museum Batik Nasional, Sayembara Galeri Nasional, Kelok9, dan lain-lain. Sayembara terakhir yang di ikuti adalah Bamiyan Cultural Design Competition.

THE BAMIYAN CULTURAL CENTRE

mh

Introduction Brief

Terletak di Afghanistan tengah, Bamiyan dikatakan menjadi salah satu provinsi yang paling damai dan sering digambarkan sebagai “heart of Afganisthan“. Bamiyan dulunya merupakan jalur sutra yang membawa perdagangan dari Meditrania menuju China. Bamiyan merupakan daerah yang agraria, sebagian besar masyarakat hidup sebagai petani penghasil kentang dan gandum. Memiliki kekayaan alam yang melimpah. Hidup dengan beragam suku (multi-etnis) dan kekayaan budaya yang melimpah selama ribuan tahun. Arkeologi pernah mencatat beberapa peradaban yang pernah berkembang di Bamiyan, baik pribumi maupun asing. Afghanistan sayangnya juga bangsa yang terfragmentasi oleh sejarah konflik yang berlarut-larut, pertempuran antar-fraksi dan ketegangan etnis yang diperburuk oleh isolasi geografis bagi masyarakat, akses yang terbatas atau tidak memiliki infrastruktur dan sumber daya, baik secara regional maupun demografis.

ghjkl;

Bamiyan Valley

Afghanistan merupakan salah satu negara termiskin di dunia karena ketegangan politik yang berlangsung selama beberapa dekade. Sektor Budaya di Afghanistan dapat memberikan kontribusi mendasar untuk perdamaian dan pembangunan bangsa inisiatif melalui promosi wacana lintas budaya yang positif, pemahaman lintas budaya dan menghormati keragaman budaya. UNESCO membantu membangun kembali dan membawa stabilitas untuk masyarakat Bamiyan. Pusat Kebudayaan Bamiyan akan menjadi landasan, bertujuan untuk melestarikan budaya, mempromosikan penelitian dan membangun kembali komunitas budaya, dan dengan demikian menciptakan kohesi dari konteks budaya yang retak.

Parametr Architecture ikut berpartisipasi dalam menyumabangkan sebuah ide pada sayembara ini. Tulisan ini lebih memfokuskan untuk membahas proses sayembara Bamiyan yang diikuti oleh Parametr Architecture. Mengenai proses selama mengerjakan sayembara, mulai dari pemahaman TOR (Term Of Reference), forum dan diskusi, collecting data, membuat konsep, studi massa dan Produksi.

28 November – 2 Desember : Memahami TOR dan Deskripsi Sayembara

Tugas pertama kami adalah memahai isi dari TOR (Term Of Reference). Sayembara ini menyediakan TOR yang cukup lengkap. Mulai dari lntrodution, Mssion, Context, Typology Architecture Bamiyan, Architectural Guidelines,Program,dan lain-lain.  

xjdtsyfsgn

Competition Brief

8 Desember – 10 Desember 2014 : Forum & Discussion

Diawali dengan forum bersama, Principal dengan seluruh parametrian dan magangers. Membuat forum bersama untuk menunjuk anggota yang akan ikut sayembara. Principal sebagai ketua tim adalah mas Harun Wisaksono di support oleh mas Ario Andito dan mas Joffi Febriando. Magangers merupakan tangan dari para principal dan parametrian lain. Diskusi terbuka dengan suasana cair, saling bertukar pendapat dan berdialog, merupakan moment untuk mendapatkan ide awal dari sayembara ini. Setelah sebelumnya membaca dan memahami TOR Sayembara, kemudian melemparkan isu – isu terkait, mengulik sejarah dan peradaban yang pernah berkembang di Bamiyan. Di sela-sela proses ini, muncul beberapa pertanyaan yang tidak terlampir pada TOR. Pada akhirnya pertanyaan itu kami ajukan melalui FAQ yang terdapat pada website. Pertanyaan mengenai sempadan tapak, apakah bangunan boleh di escavate, dan lain-lain.

Untitled-1

Forum & Diskusi

11 Desembaer – 19 Desember 2014 : Collecting Data

Forum diskusi dilanjutkan ke tahap selanjutnya yaitu collecting data. Untuk mendapatkan desain yang konteks dengan kondisi masyrakat Bamiyan. Diperlukan studi mendalam tentang site, iklim, geografis, typologi dan kondisi sosial masyarakat. Mengumpulkan data untuk diolah menjadi konsep. Pada proses ini magangers di minta mencari iklim dan typology bangunan yang ada di bamiyan. Mempelajari Bentuk dan estetika bangunan dan bagaimana bangunan tersebut tanggap terhadap iklim Bamiyan yang cukup ekstrim. Selain itu juga mempelajari budaya yang berkembang di bamiyan, kebiasaan-kebiasaan masyarakat sekitar, tradisi-tradisi kedaerahan, dan hubungan antar etnis masyarakat. Pada proses ini pastinya tidak lepas dengan adanya diskusi rutin yang dilakukan setiap hari.

LKHJGFAISDHJ

Collecting data

 16 Desember 2014 – 5 Januari 2015 : Concept

Di tengah- tengah proses pencarian data, tentunya proses yang harus dilakukan adalah menarik benang merah dari proses sebelumnya untuk di jadikan konsep desain. Konsep desain yang awalnya terlalu ringan dan belum menyeluruh terus dikembangkan. Mancari literatur – literatur terkait, mempelajari sayembara-sayembara yang pernah ada, mencari ide baru setiap harinya dan memodifikasi. Kegagalan mengkoneksikan konsep dengan konteks sering pula terjadi. Penarikan garis-garis axis adalah proses yang sering dilakukan, mengingat untuk mengkoneksikan 8 Heritage ke dalam tapak. Proses ini terus di kembangkan hingga akhirnya mendapatkan konsep fix.

asxnhajhaivgnyulvasavasv

IMG_20150120_114122_1

Mountain Echoed”

2 Januari – 16 Januari 2015 : Studi Massa

Tujuan dari studi massa ini adalah untuk mengetahui letak bangunan pada tapak, melihat komposisi bangunan dengan bangunan sekitar, studi bentuk, dan lain-lain. Letak massa bangunan di tentukan oleh program dan fungsi bangunan tersebut. Karena pada TOR telah terlampir program yang harus dimasukan ke dalam desain dan beberapa program yang harus saling berdekatan letaknya. Pada proses penyatuan program timbul permaslahan karena KLB bangunan hanya diperbolehkan berukuran 2.220 m2 dengan ukuran tapak 3,5 Ha. Sehingga pada proses ini membutuhkan banyak eksplorasi dan perubahan bentuk massa. Bisa dibilang studi massa merupakan proses terberat dalam sayembara ini.

546546Study Massa 1

asvkhjdsipvuhStudy massa 2

x,mzcvhj donaffffffffffffffffffffffffff

hjvgjvhskvjsvjno

Study massa 3

19 Januari – 22 Januari 2015 : Production

Minggu terakhir sayembara ini menjadi proses produksi. Menerjemahkan gambar konseptual menjadi gambar arsitektural 2D dan 3D.

BHJHJVHJIKJLKASVJKBDSVKBDSV;KSBJVKSJBVL

1 copy2 copy

grid9

VIEW 01


Back To Top