skip to Main Content

Oleh : Aqmarina Badzlin

1

“Move,as far as you can, as much as you can. Across the ocean, or simply across the river. Walk in someone else’s shoes or at least eat their food. Open your mind and get up off the couch, move.”

~Anthony Bourdain~

“Al mau TA periode berapa?”

“3”

“kenapa?”

“mau magang dulu”

Lulus cepat atau magang?

mau TA periode berapa?”itu pertanyaan yang sering saya dengar dari teman-teman saya, maklum saya sudah memasuki semester akhir tinggal menyusun TA dan lulus, namun saya memilih untuk magang terlebih dahulu. Kenapa? Karena saya merasa kemampuan dan pengetahuan tentang dunia kerja saya masih kurang, dan hal itu yang membuat saya was-was. Terkadang terlintas di benak saya nanti kalau sudah lulus terus mau bagaimana?skill bisa dikatakan masih cetek, pengetahuan tentang arsitektur juga pas-pasan haduh mau bagamana nanti, oleh karena itu saya memutuskan untuk magang.

3

It’s a new adventure

Petualangan baru. Saya anggap magang ini sebagai sebuah petualangan baru di hidup saya. Keputusan ini sebenarnya telah saya pikirkan jauh-jauh hari, dari akhir semester 5. Saya mulai menceritakan keinginan saya untuk magang terlebih dahulu sebelum lulus kepada orang tua saya, menjelaskan kenapa saya harus magang dan kalau saya tidak magang akan seperti apa. Alhamdulillah orang tua saya mengizinkan keputusan saya untuk magang.

Dan disinilah saya menjadi magangers di Parametr Architecture.Canggung, deg-degan dan excited campur aduk menjadi satu pada saat hari pertama saya masuk kerja. Pertama saya masuk kerja saya bertemu dengan Mba Sari yang kemudian menjelaskan mengenai hal teknis kepada saya, dilanjutkan dengan penjelasan magang dari Marthian sesama magangers. Minggu pertama saya bekerja diisi dengan standarisasi, mulai dari coloring, touchup ,kalkulasi dan cad, setelah itu saya mulai membantu para parametrian. Disini tugas magangers adalah untuk mensupport principals dan junior arsitek.

2

It’s tiring but it’s exciting

Awal-awal magang saya merasa kesulitan untuk mengikuti irama kerja kantor. Saya yang biasanya santai mengerjakan tugas kuliah, disini saya dituntut untuk bekerja dengan cepat, benar dan kooperatif dengan tim. Kuantitas tugas yang diberikanpun semakin lama semakin banyak. Melelahkan memang, karena tidak jarang saya harus pulang malam dan lembur di sabtu mingu untuk mengerjakan tugas. Tapi entahlah saya merasa hal ini menyenangkan, karena suasana kerjanya pasti berbeda antara jam kerja biasa dan pada saat lembur.

Banyak hal yang saya pelajari dalam sebuah proyek, terutama kemampuan membaca serta memahami gambar dan juga kemampuan bekerja sama dengan tim. Saya masih ingat di tugas pertama saya dari Pak Bamby, beliau berkata “kamu gak kerja sendirian,kerja tim jadi harus rapih.”Yah kurang lebih seperti itu yang beliau katakan. Saya akui pekerjaan saya berantakan terutama pada saat menggunakan software SketchUp. Seringkali objectnya tidak saya group,atau object yang sama tidak saya jadikan component. Tapi seiring berjalannya waktu hal tersebut menjadi sebuah kebiasaan untuk saya.

“Berkaryalah dengan bahagia”

~monster buaya~

Selain membantu dalam project,magangers juga memiliki kegiatan lain yaitu sayembara dan R&D. Kali ini sayembara yang saya ikuti adalah sayembara Masjid Jami Nurul Amal yang diselenggarkan oleh DMI dan IAI. Principals dan magangers bekerja sama untuk menghasilkan sebuah desain yang menyelesaikan masalah dan menjawab TOR. Proses yang panjang, ditambah sedikit intrik-intrik didalamnya menjadikan proses sayembara ini jadi lebih berkesan dan asik berbeda dari sayembara-sayembara sebelumnya yang saya lakukan bersama teman-teman saya.

“Arsitektur itu akan muncul apabila bersentuhan dengan humanity.”

~Ario Andito~

Di R&D saya mendapatkan PITA project, sebuah project sosial berbasis desain kolektif yang diinisiasi oleh Parametr. Asik! Itu kata yang tepat untuk project ini. Banyak hal baru yang saya dapatkan dari project ini salah satunya kemampuan membuat website. Kalau bukan karena project ini saya mungkin tidak akan tahu bagaimana cara membuat website. Entah itu project, sayembara ataupun R&D masing-masing memberikan ilmu yang berbeda pada saya dan saya pikir itu hal yang sangat berharga.

Life changing experience

Berubah menjadi lebih baik, itu harapan saya kepada diri saya sendiri. Setelah mengalami banyak hal selama magang saya menyadari bahwa jalan saya untuk menjadi arsitek itu masih panjang, entahlah apakah saya akan benar-benar menjadi seorang arsitek nantinya atau tidak. Yang jelas keinginan untuk menjadi arsitek dalam diri saya menjadi semakin kuat. Langkah-langkah apa yang perlu saya lakukan untuk mewujudkan keinginan saya juga sudah menjadi lebih jelas.Sulit memang, Mas Ario pernah berkata “Jadi arsitek perempuan itu lebih berat”,tapi bukankah jadi lebih menyenagkan kalau hal itu berat?hehehehe.

Can’t be forgotten

Terlalu banyak hal yang saya alami selama magang di parametr Architecture. Semuanya sangat berharga untuk saya, mulai dari terlibat langsung dlam sebuah project, meeting dengan client, dan juga mengunjungi proyek yang sedang dibangun.Mungkin akan sedikit aneh untuk saya nanti setelah magang, karena saya tidak pergi ke kantor lagi setiap paginya, dan juga tidak mendengar celotehan-celotehan menggelikan dari parametrian.

4

It’s not the end

Terimakasih untuk Mas Ario yang sudah memberikan kesempatan magang kepada saya, untuk kuliah-kuliah dadakannya yang selalu menginspirasi dan juga terima kasih sudah ajak saya ke tempat-tempat keren. Mas Harun principal yang paling stylish, terima kasih untuk masukannya pada saat mengerjakan sayembara mas. Mas Joffie principal yang paling muda, terima kasih juga untuk masukannya pada saat mengerjakan sayembara. Mba Sari Ibu Parametr, terimakasih karena selalu mengawasi para magangers,obrolan dan nasehatnya yang pasti berguna untuk saya. Mba Suci untuk obrolan penghilang rasa bosan saya. Pak Bamby untuk ilmunya yang berharga, pinjaman sepedahnya, terus sudah ajak saya bersepedah bareng, makan ke Hj.Mamat, dan wisata kuliner lainnya *maaf saya selalu merepotkan pak bamby*. Mas Andri yang sering pake kaos hitam metal terima kasih untuk cerita-cerita kocaknya mas, slimming teanya mantap hehehhee. Mas Supar sesama almamater undip,terima kasih untuk ilmu dan obrolan-obrolan kerennya,guyonannya dan juga semua bantuan dari mas Supar. Mba Yesi untuk ilmu interiornya dan obrolan-obrolan menyenagkan lainnya. Mba Siki terima kasih untuk ilmu touch up interiornya, untuk obrolan-obrolan seru dan waktu nongkrong barengnya,skill kepo mba Siki emang paling top hehehe. Mas Kano terima kasih untuk kerja samanya selama ini,jangan lupa martabak boss mas hahaha.Mas Tomy untuk ilmu kalkulasinya,terus sebenernya saya belajar cara ngebully orang sih secara ngga langsung dari mas tomy hehehe. Mas Santo untuk obrolan berkualitasnya. Mas Ali terima kasih untuk ilmu touch upnya,terus jangan terlalu kecil mas suaranya kalau bicara hehehe. Mas Rian kecil semangat kuliahnya mas, jangan telat masuk kantor. Mas Ibnu untuk candaannya. Mas Robi superman kantor yang selalu mebawa kebahagiaan untuk saya *kebahagiaan=makanan* tetap semangat mas. Pak Syahril yang selalu siap sedia mengantar parametrian. Marthian sesama maganger  dengan obrolan-obrolan rak cetonya hehehe dan untuk Sarah semoga mendapat banyak ilmu di Parametr.

“The real secret of happiness is not what you have or receive.It’s what you share and give.”

~BJ~

Terima kasih untuk semuanya, terima kasih. Semoga parametrian mendapatkan banyak kebahagiaan,sehat selalu, semakin solid dan semakin keren!See you again soon.

Back To Top